Fenomena Tanah Ambles Terjadi pada Sejumlah Wilayah di Gunungkidul

Editor: Irvan Syafari

YOGYAKARTA — Fenomena alam cukup langka muncul di kawasan Kabupaten Gunungkidul sejak beberapa waktu terakhir. Sejumlah lahan milik penduduk diketahui ambles hingga menimbulkan lubang cukup besar dan dalam.

Tak hanya di satu lokasi saja, fenomena langka amblesnya tanah tersebut tercatat terjadi pada beberapa titik lokasi. Baik itu di lahan persawahan, ladang bahkan ada di sekitar pekarangan rumah warga.

Munculnya fenomena tanah ambles itu salah satunya terjadi di Pedukuhan Pringluang, desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Sebuah lubang besar diketahui tiba-tiba muncul di sebuah lahan pertanian berupa ladang milik warga.

“Tiba-tiba muncul lubang seperti ini. Peristiwa ini terjadi akhir November lalu. Saat malam hari selepas hujan deras. Katanya ada suara gemuruh,” ujar sang pemilik lahan Suyatmi, Kamis (08/02/2018).

Suyatmi menyebut, awalnya lubang itu terbentuk menyerupai kerucut terbalik, dengan ukuran diameter sekitar 5 meter dan kedalaman 5 meter. Namun semakin lama, lubang semakin membesar hingga saat ini mencapai diameter 10-15 meter.

“Awalnya itu kecil, seperti kukusan, tapi karena kena air hujan, semakin lama semakin membesar. Bahkan beberapa pohon pisang yang ada di sekitar lubang ikut tersedot dan hilang tanpa ada bekasnya,” katanya.

Saat dihubungi, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Gunung Kidul, Yogyakarta, sendiri mencatat fenomena tanah ambles di Gunungkidul tercatat terjadi di 6 wilayah kecamatan selama beberapa bulan terakhir.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Handoko mengatakan, dari laporan yang masuk, ada 11 titik lokasi tanah ambles, yakni di Kecamatan Saptosari, Purwosari, Rongkop, Tepus, Ponjong, dan Semanu. Fenomena tanah ambles dengan luasan beragam itu diperkirakan terjadi karena ada rongga (sungai) bawah tanah di sekitar lokasi.

Lihat juga...