Delapan Belas Rumah Warga di Cianjur Terancam Longsor
CIANJUR — Delapan belas rumah di Kampung Sindanglawu,Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, terancam longsor, akibat hujan yang mengguyur selama beberapa hari kebelakang menyebabkan tanah di lokasi tersebut terus bergerak.
Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi pada wartawan ,Jumat (23/2), mengatakan, fenomena pergerakan tanah di Kampung Sindangluwu, sering kali terjadi terutama ketika masuk musim penghujan seperti saat ini.
“Kontur tanah di wilayah tersebut labil dan banyak serapan air, sehingga rentan terjadi longsor dan pergerakan tanah. Kami selalu mengimbau warga untuk segera mengungsi ketika terlihat tanda-tanda akan terjadi bencana,” katanya.
Sedangkan terkait informasi di lokasi tersebut keluar lahar dingin, pihaknya membatah kebenarannya karena cairan yang keluar dari tebing tanah tersebut merupakan resapan air dari atas sehingga mengeluarkan air disertai material tanah dan batu.
“Informasi diluar ada lahar dingin di Kampung Sindanglawu, tidak benar, kalaupun itu benar harus ada keterangan resmi dari ahlinya dan sudah pasti warga akan kita evakuasi mau tidak mau,” katanya.
Kepala BPBD Cianjur Dodi S mengatakan, saat ini pihaknya tengah menurunkan tim ke lokasi untuk meninjau dan melakukan pendataan berapa banyak rumah yang terancam longsor, sehingga pihaknya belum bisa memastikan secara lebih detail dampak longsor yang terjadi.
“Kami masih menunggu kabar dari lapangan terkait kerusakan dan perkampungan yang terdampak. Kami akan segera mengirimkan bantuan logistik jika dibutuhkan warga,” katanya.
Semetara itu, 18 kepala keluarga yang saat ini rumahnya terancam masih bertahan di rumahnya masing-masing, karena tidak ada lagi tempat aman untuk mengungsi. Namun aparat desa telah mengimbau warga untuk mengungsi ke tempat aman ketika hujan turun deras dengan intensitas tingi (Ant)