Bamsoet Ungkapkan Kegalauannya Soal Demokrasi Transaksional
JAKARTA — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan kegalauannya melihat perkembangan demokrasi di Indonesia yang makin mengarah pada demokrasi transaksional karena berpotensi mengancam independensi bangsa Indonesia.
Bambang Soesatyo mengatakan hal itu dalam sambutannya ketika menghadiri acara peresmian Grha Suara Muhammadiyah, di Yogyakarta, Minggu, seperti dikutip melalui siaran persnya.
Menurut Bambang, demokrasi transaksional yang mulai tidak terkendali jika terus ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikuasai para pemilik modal, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Bisa jadi pada 10 tahun atau 20 tahun ke depan, Indonesia tidak lagi memiliki presiden yang akhiran namanya huruf O, seperti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo. Karena peran para pemilik modal semakin mendominasi,” tegasnya.
Pada acara tersebut, Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo juga secara sepontan mendapat penghargaan sebagai warga Muhammadiyah yang ditandai dengan pekamaian baju batik Muhammadiyah berwarna hijau dan syal warna merah bertuliskan “Suara Muhammadiyah”.
Bamsoet diberikan penghargaan sebagai warga Muhammadiyah karena pemikiran serta visi dan misinya dinilai sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah.
“Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, walaupun baru hari ini saya dipakaikan baju batik Muhammadiyah,” katanya.
Kemudian, perihal peresmian gedung Grha Suara Muhammadiyah, Bamsoet berharap sarana itu makin memajukan Suara Muhammadiyah sebagai media kebanggaan dari seluruh organisasi kemasyarakatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan.
Bamsoet yang pernah berprofesi sebagai wartawan menambahkan, tantangan bagi bisnis media di era digital saat ini makin berat.
“Media konvensional tidak sedikit yang gulung tikar karena tidak dapat menyesuaikan perubahan zaman. Saya angkat topi karena Suara Muhammadiyah yang sudah berusia 103 tahun tetap bertahan dan menjadi media terlama yang masih terbit,” ujar Bamsoet.
Bamsoet juga berpesan agar Suara Muhammadiyah tidak berhenti berikhtiar dan melakukan terobosan untuk pembangunan bangsa.
Apalagi, Suara Muhammadiyah juga menerima penghargaan sebagai Media Dakwah Perjuangan Kemerdekaan RI dalam Bahasa Indonesia, pada Hari Pers Nasional 2018.[ant]