Anies Apresiasi Kantor Kelurahan Petojo Tanpa Pagar

Editor: Koko Triarko

JAKARTA —- Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengapresiasi renovasi kantor desa Petojo yang dibangun tanpa pagar. “Yang menarik di sini dibuat tanpa pagar, sehingga warga tidak melihat kantor kelurahan sebagai tempat yang berjarak,” kata Anies, di kantor Kelurahan Petojo, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Menurutnya, konsep gedung Kelurahan Petojo Selatan dan Gambir ini dinilai ideal sebagai kantor-kantor pemerintahan tanpa pagar serta lokasinya dekat dengan permukiman warga.

“Seharusnya pemerintahan begini. Diberikan yang dekat dengan rakyat, dekat interaksinya. Rumah saya tidak pakai pagar, my security is my community dan kita ingin agar kantor kelurahan (ini) bisa jadi contoh,” ujarnya.

Sehingga, katanya, warga tidak melihat kantor kelurahan sebagai tempat yang berjarak. Bagi kantor-kantor yang langsung berdekatan dengan warga ini menjadi penting dan mengirimkan pesan keterbukaan.

Namun, Anies mengingatkan seluruh aparat pemerintahan ke dua kelurahan itu harus maksimal bekerja. “Jadi, semua ingat, Anda bertugas di sini, kita semua yang berseragam kita dapat perintah konstitusi melayani. Lalu, jalankan dengan baik. Kalau seseorang dilayani masalahnya hingga selesai, maka dia datang dengan perasaan bersyukur,” ujarnya.

Anies meresmikan kantor Kelurahan Petojo Selatan dan Gambir yang telah direnovasi total sejak 2017. Ada pun gedung ini dibangun pertama kali sejak 1990-an.

Usai penandatanganan prasasti peresmian renovasi gedung Kelurahan Petojo, Anies diajak berkeliling kantor tersebut, yang terdiri dari empat lantai. Dia ditemani Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede dan jajaran Pemprov DKI.

Anies juga dipandu oleh petugas kelurahan, kemudian dia berkeliling ke beberapa ruangan. Mulai dari ruangan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) hingga ruang laktasi.

Pada pembangunan atau renovasi kantor kelurahan baru menghabiskan dana sekitar Rp7,1 milliar. Berdasarkan hasil lelang pengawasan dan konstruksi terserap Rp5,5 miliar hingga terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp1,6 miliar.

Lihat juga...