Terapkan Sekolah Lima Hari, Pelajar SMP Sambut Antusias

BALIKPAPAN — Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Balikpapan menyambut gembira riang dengan diterapkannya sekolah lima hari yang mulai dilaksanakan pada hari ini (8/1).

Pada Senin ini, SMP yang memulai kegiatan belajar semester genap ada sejumlah 48 SMP di Kota Balikpapan dari 75 sekolah SMP yang total ada di Balikpapan.

48 SMP itu terdiri dari 22 sekolah negeri dan 26 sekolah swasta. Sebelumnya sekolah swasta juga sudah menerapkan sekolah lima hari. Penerapan lima hari sekolah ini sesuai dengan kebijakan Permendikbud tahun 2017. Dalam Perpres pelaksanaan juga disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, boleh 5 atau 6 hari sekolah.

“Sudah ada pengumuman sekolah lima hari, dan tentu saja kami senang. Meski pulang akan lebih lama dari biasanya. Tapi tidak membuat kami tak suka. Justru senang karena jadi full sekolah,” kata Naufal, siswa kelas 7 SMP Negeri 14 Balikpapan.

Menurut Naufal, sebelum pemberlakuan sekolah lima hari pulang sekolah pukul 14.15 wita. Setelah pemberlakuan maka pulang sekolah pukul 15.15 wita. Dilanjutkan ekstrakukurikuler  hingga sore.

“Bedanya hanya pulang lebih sore. Biasanya juga pulang siang menjelang sore kalau ada ekstra. Ekstranya itu berbagai macam, ada band, seni, basket, taekwondo, paskibraka dan lainnya,” sambung Wildan yang juga siswa kelas 7.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin mengungkapkan, mereka yang sudah menerapkan sekolah 5 hari dari sisi prasarana dan guru sudah sangat siap. Namun bagi yang belum juga tidak masalah.

“Intinya kalau 5 hari sekolah nambah 1 jam belajar. Pulangnya jadi 15.15 wita yang biasanya 14.15 wita. Jumat dilanjutkan ekstrakurikuler. Bagi sekolah yang masih 6 hari sekolah jam masuk 7.15 sampai 14.15. Intinya seminggu itu belajar 40 jam dan banyak manfaat positif karena siswa punya banyak waktu bersama keluarga dan interaksi di lingkungan sekitar,” tukasnya.

Hanya saja dari 23 sekolah negeri di Balikpapan hanya 1 yang masih menerapkan 6 hari sekolah yakni SMP 21 Tanjung Batu. “Mengapa SMP 21 belum bisa menerapkan karena pulang pergi berbarengan dengan sekolah SD. Itu nggak bisa dipisahkan. Kalau pisah mereka pulang pergi bergantung pada pasang surut air laut,” katanya.

Sebelum diterapkan, lanjut Muhaimin, Disdik Kota Balikpapan telah melakukan sosialisasi agar kepala sekolah menyampaikan hal ini kepada orang tua murid.

“Kita coba tawarkan sekolah di Balikpapan apakah bisa 5 hari. Kami minta kepala sekolah komunikasikan ke orang tua. Hasilnya dari 75 sekolah SMP baru 48 sekolah yang melaksanakan sekolah 5 hari,” tegasnya.

Salah satu SMP di Balikpapan usai pelajaran. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...