Sopir Angkot Tuntut TransJakarta Tanah Abang Explorer Dihentikan

JAKARTA —- Sejumlah supir angkot trayek Tanah Abang kembali mendatangi Balai Kota, Jakarta Pusat, untuk menemui Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, guna menuntut Pemerintah Provinsi DKI agar membuka jalan Jatibaru yang ditutup dan telah dijadikan tempat berdagang para pedagang kaki lima (PKL). 

Sejumlah angkot berwarna biru terpakir di pinggir jalan Medan Merdeka Selatan. Sementara para sopirnya berkerumun di trotoar depan Balai Kota Jakarta. Para sopir angkot Tanah Abang ini datang ke Balai Kota sekitar pukul 09.00 WIB.

Sekitar pukul 11.49 WIB, sebanyak 12 orang dari para sopir angkot itu diizinkan masuk ke kompleks Balai Kota dan duduk di dalam pendopo dengan pengawalan security Balai Kota.

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, menemui perwakilan sopir angkot tersebut yang telah lama menunggunya di ruang rapat pimpinan. Sandi muncul dengan mengenakan syal berwarna hitam di lehernya langsung menyapa dan menyalami satu persatu sopir angkot tersebut.

“Hallo, banyak nih yang datang,” ucap Sandi, sambil menyalami para perwakilan sopir angkot satu persatu, Rabu (31/1/2018).

Rapat pun dimulai pukul 12.00 WIB dan digelar tertutup. Turut hadir dalam rapat Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andry Yansah, Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede, serta jajaran penjabat Pemprov DKI.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andry Yansah, mengatakan hasil pertemuan dengan perwakilan sopir angkot dan Sandiaga, menyerap aspirasi dari para sopir angkot trayek Tanah Abang M03, M08 dan M010. Mereka satu-persatu menyampaikan permasalahannya kepada Sandi.

Menurut Andry, permasalahan yang dialami oleh sopir angkot mengenai turunnya pendapatan sebesar 50 persen. Karena, sopir angkot tidak bisa akses ke stasiun Tanah Abang yang sekarang diambil-alih oleh TransJakarta Tanah Abang Explorer dan meminta Tanah Abang Explorer dihentikan.

“Kedua, agar Tanah Abang Explore dihentikan. Nah, sampai pelaksanaan sampai kesepakatan ditemukan,” ujarnya.

Kesepakatan tetapnya, kata Andri, akan diumumkan pada 2 Februari 2018 oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan mengacu pada permasalahan turunnya pendapat.

“Intinya Pak Wagub merespon semua usulan baik semuanya jadi kesimpulannya besok hari jumat, kami dengan tim yang ada akan memaparkan solusi dari keresahan sopir,” imbuhnya.

Sementara, perwakilan sopir angkot, Abdul Rosyid, hasil pertemuan yang baru dilakukan dengan Sandi, belum menemukan titik terang dan Sandi minta waktu hingga hari 2 Februari untuk memberikan solusi.

“Jadi, kesimpulan nanti (Jumat, 2 Februari 2018) nanti karena belum ada titik temu. Pak Wagub minta hari Jumat, ini kita coba ya hari Jumat saja. Kita dan dia perlu waktu dan jajaran ke bawahnya. Kalau belum dipenuhi, ya tidak puas. Intinya tunggu hari Jumat besoklah,” ucapnya.

Usai pertemuan dengan pengemudi angkot, Sandi tak memberikan komentar apa pun kepada wartawan yang telah menunggunya. Dia langsung berlari menghindari kejaran media menuju ruangannya.

Lihat juga...