Seruan Amerika Bahas Iran di DK-PBB Dikritik

NEW YORK – Pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (5/1/2018) untuk membahas unjuk rasa baru-baru ini di Iran berubah menjadi kritik terhadap Amerika Serikat. Sejumlah negara anggota DK PBB menyebut permintaan Amerika Serikat terhadap pembahasan kondisi di Iran dianggap mencampuri masalah dalam negeri Teheran.

Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre mengatakan, unjuk rasa di Iran tersebut tidak mengancam perdamaian dan keamanan internasional. “Kita harus waspada terhadap upaya memanfaatkan kemelut itu untuk tujuan pribadi, yang bertentangan dengan hasil yang diinginkan,” kata Duta Besar Delattre yang pernyataannya tersirat menjadi kritik bagi Amerika Serikat.
.
Delattre menyebut, meskipun kondisi di Iran dalam beberapa hari terakhir semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut tidak akan mempengaruhi kondisi perdamaian dan keamanan internasional.

Unjuk rasa meletus di Iran lebih dari seminggu yang lalu setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dan memotong pemberian uang tunai bulanan kepada orang Iran berpenghasilan rendah. Kerusuhan tersebut menyebar di 80 kota dan mengakibatkan 22 orang tewas dan lebih dari 1.000 penangkapan. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/01/10-demontrans-penentang-pemerintah-iran-tewas.html)

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, bahwa Iran dalam pengamatan. “Penghinaan rezim Iran terhadap hak-hak rakyatnya telah didokumentasikan secara luas selama bertahun-tahun,” kata Haley.

Haley menyebut, Amerika Serikat secara sadar berpihak kepada mereka di Iran yang mencari kebebasan untuk diri mereka sendiri, kemakmuran keluarga mereka, dan martabat bagi bangsanya. “Kami tidak akan diam. Bahkan usaha tidak jujur untuk menyebut pemrotes sebagai boneka kekuatan asing tidak akan mengubahnya,” tandas Haley.

Duta besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshroo mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pemerintahnya memiliki bukti kuat bahwa aksi demonstrasi di Iran sangat jelas diarahkan dari luar negeri. Khoshroo mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dengan meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas unjuk rasa tersebut.

“Sangat disayangkan bahwa meskipun ada perlawanan dari sebagian anggotanya, dewan ini telah membiarkan dirinya dianiaya oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini untuk mengadakan sebuah pertemuan tentang sebuah isu yang berada di luar lingkup mandatnya,” katanya.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan Amerika Serikat telah menyalahgunakan kerangka Dewan Keamanan. Pertemuan tersebut merupakan upaya untuk menggunakan situasi Iran saat ini untuk merongrong kesepakatan nuklir Iran, yang ditolak oleh pemerintah Amerika Serikat.

“Membahas masalah dalam negeri Iran di dewan ini tidak membantu menyelesaikan masalah itu,” kata Wakil Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Wu Haitao.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut, rapat Dewan Keamanan PBB yang membahas gelombang unjuk rasa di negaranya adalah kekhilafan lain pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. “Dewan Keamanan PBB menampik upaya telanjang Amerika Serikat membajak mandat mereka. Itu kekhilafan lain kebijakan luar negeri pemerintahan Trump,” kata Zarif dalam Twitter resminya. (Ant)

Lihat juga...