RSUD TC Hillers Raih Akreditasi Madya

MAUMERE – Upaya yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Sikka dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah TC Hillers, berbuah penghargaan Peringkat Madya atau bintang tiga dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

“Penghargaan diberikan selain karena adanya upaya peningkatan pelayanan, pemerintah juga telah menambah sarana dan prasarana guna menunjang pelayanan kesehatan tersebut,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, Jumat (5/1/2018).

Pemerintah tetap memperhatikan dan menambah sarana pemeriksaan kesehatan di RSUD TC Hillers Maumere, kata Maria, melalui pengoperasian unit Hemodialisasi dan Pelayanan Cuci Darah untuk pasien gagal ginjal. Juga menambah alat CT Scan yang melayani pasien dengan penyakit jantung.

“Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kinerja pelayanan pasien RSUD. dr.TC. Hillers Maumere dengan melakukan penambahan tenaga dokter ahli kebidanan, penyakit saraf dan penyakit jiwa yang pada umumnya merupakan putra-putri daerah,” ungkapnya.

Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, saat evaluasi akhir tahun, kinerja pemerintah Kabupaten Sikka menjelaskan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dilaksanakan melalui pemerataan dan perluasan akses pelayanan kesehatan dasar dengan membangun, memperbaiki dan memelihara sarana serta prasarana puskesmas maupun jaringannya.

Perbaikan puskesmas tersebut, beber Ansar, meliputi puskesmas rawat inap Boganatar, ruang rawat inap puskesmas Habibola, rumah tunggu puskesmas Magepanda, pembangunan puskesmas Beru, pembangunan laboratorium puskesmas Nita, puskesmas rawat jalan Feondari dan puskesmas Kewapante.

“Kami tahun 2017 mendapatkan penghargaan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atas upaya dan komitmen dalam menurunkan kasus Malaria lebih dari 75 persen. Selain itu penghargaan juga diberikan kepada Puskesmas Mapitara atas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan inovasi terbaik,” terangnya.

Penghargaan yang diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Pusat tersebut, lanjut Ansar, diberikan kepada Puskesmas Mapitara untuk kategori daerah terpencil perbatasan dan kepulauan (DTPK) yang menjalanakan pelayanan kesehatan dengan baik.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah telah membawa dampak positif meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pencapaian beberapa indikator antara lain Annual Parasite Insidence mencapai 1,381 per 1.000 penduduk. Artinya dari 1.000 penduduk, hanya 1 orang yang menderita penyakit malaria.

“Jumlah desa Stop Buang Air Besar Sembarangan telah mencapai 118 desa dari 147 desa. Memang masih ada 29 desa lagi yang tersisa dan harus kami bereskan di tahun 2018 ini,” pungkasnya.

Fasilitas poliklinik rawat jalan di RSUD TC Hillers Maumere yang selalu ramai dikunjungi para pasien. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...