Lonjakan Arus Balik Akhir Pekan, ASDP Bakauheni Siaga

LAMPUNG – Perjalanan kapal atau trip kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak mulai menunjukkan penurunan.

Semenjak arus libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berlangsung dari trip tertinggi dalam satu hari berjumlah sebanyak 127 trip, menurun menjadi hanya sebanyak 111 trip.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto [Foto: Henk Widi]
General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, menyebut penurunan trip terjadi akibat sebagian penumpang dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sebagian sudah kembali dan sisanya diprediksi akan kembali akhir pekan ini.

Anton Murdianto menyebut, berdasarkan data rekapitulasi data harian sepanjang angkutan libur Natal 2017 hingga Tahun Baru 2018 jumlah keberangkatan kapal dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak memiliki selisih sebanyak 6 trip. Hingga pukul 14:30 WIB pada Jumat (5/1/2018) pelabuhan Merak baru menyeberangkan sebanyak 2.091 trip sementara Pelabuhan Bakauheni menyeberangkan 2.097 trip.

“Pola liburan anak sekolah dan beberapa pekerja ada yang tidak sama sehingga masih banyak warga yang berlibur di Pulau Sumatera. Bahkan kisaran penumpang masih di atas tiga puluh ribu orang per hari jelang akhir pekan ini,” terang General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Jumat (5/1/2018).

Hingga Jumat (5/1) Anton Murdianto menyebut, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni berjumlah sekitar 705.189 penumpang. Sementara jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju ke Pelabuhan Merak masih berjumlah sekitar 631,312 penumpang.

Sebagian penumpang pejalan kaki dengan membawa anak anak kecil harus ikut berdesakan akibat tidak ada jalur khusus saat di gangway [Foto: Henk Widi]
Sesuai prediksi sejumlah penumpang yang masih berada di Pulau Sumatera dengan total 73.877 orang terdiri dari penumpang pejalan kaki, penumpang dalam kendaraan akan kembali pada Sabtu (6/1) hingga Minggu (7/1).

Sebagai antisipasi, ungkap Anton Murdianto, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni masih mengoperasikan sebanyak 32 hingga 34 kapal per hari dengan rata-rata trip kapal dari 115 hingga maksimal 127 trip kapal per hari. Didukung sebanyak 7 dermaga dioperasikan melayani arus liburan.

Sebanyak 12 loket tiket penjualan tiket penumpang pejalan kaki dari sebelumnya hari normal hanya disediakan 5 loket bahkan masih disiagakan termasuk loket pembelian kendaraan roda empat dan roda dua sebanyak 14 loket.

Selain itu, ia menyebut, berdasarkan data rekapitulasi angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 masyarakat yang melakukan perjalanan mempergunakan kendaraan roda dua dan roda empat terbilang tinggi.

Sepanjang angkutan liburan dari Pelabuhan Merak Banten tercatat sebanyak 28.838 unit kendaraan roda dua diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni dan yang sudah kembali dari Pelabuhan Bakauheni menuju ke Pelabuhan Merak sebanyak 24.846 unit.

“Dari data tersebut masih ada sekitar 3.992 unit kendaraan roda dua yang belum kembali dari Sumetera ke Pulau Jawa, jadi kita antisipasi di akhir pekan ini,” beber Anton Murdianto.

Selain kendaraan roda dua, kendaraan roda empat yang diseberangkan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni pada arus liburan Nataru berjumlah sebanyak 69.588 unit dan diseberangkan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak sebanyak 60.196 unit atau sebanyak 9.392 unit kendaraan belum kembali.

Selain antisipasi lonjakan arus liburan pada akhir pekan dengan banyaknya penumpang dengan kendaraan roda dua, roda empat, yang belum kembali ke Jawa, faktor keselamatan juga menjadi perhatian Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni.

Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas V Bakauheni, Ferry Hendry Yamin, menyebut dalam perjalanan kapal saat arus penumpang pejalan kaki meningkat tidak ada toleransi penambahan jumlah penumpang.

“Kita lihat penumpang membludak dalam beberapa hari selama arus liburan tapi manifest penumpang pejalan kaki harus menyesuaikan kapasitas kapal,” beber Ferry Hendry Yamin.

Sebagai upaya membatasi jumlah penumpang kapal agar tidak kelebihan kapasitas, petugas KSOP disebutnya melakukan sistem buka tutup agar terjadi pemisahan antara penumpang yang akan menuju ke kapal di dermaga satu dan dermaga dua yang ada dalam satu jalur gangway. Faktor cuaca berimbas kapal susah sandar di dermaga dua diantisipasi dengan mengutamakan keselamatan penumpang mempergunakan dermaga satu dan dermaga tiga Pelabuhan Bakauheni.

“Dalam arus liburan ini keselamatan harus diutamakan jangan hanya mengejar keuntungan penumpang banyak tapi kapasitas juga diperhitungkan,” tegas Ferry Hendry Yamin.

Berkoordinasi dengan ASDP dan petugas kapal ia menyebut manifest penumpang pejalan kaki harus memperhitungkan dengan jumlah penumpang di dalam kendaraan sehingga penumpang di dalam kapal tidak berdesak-desakan. Saat berada di gangway petugas pengarah harus bisa memprioritaskan anak-anak dan kaum difabel yang ikut menjadi penumpang kapal.

KM Munic I milik perusahaan pelayaran Munic Line siap sandar di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni Lampung [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...