Posdaya Hidayah Lakukan Inovasi Layanan Kesehatan
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Demi mengoptimalkan dalam menjalankan pilar kesehatan, Posdaya Hidayah di Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, pada tahun ini melakukan inovasi pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan.
Ketua Posdaya Hidayah, Ningsih, mengatakan, inovasi tersebut dilakukan dengan menggabungkan layanan Posyandu Balita dengan Pospindu (pos pembinaan terpadu). Hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dalam satu waktu dan dalam satu tempat.
“Selama ini Posyandu Balita jadwalnya terpisah dengan Pospindu. Jadi, tujuan digabungkan layanan ini, supaya memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya, Kamis (25/1/2018).

Ia menjelaskan, Posyandu Balita setiap dibuka melayani sekira 20 anak dan balita yang datang untuk mendapatkan yandu. Layanan kesehatan yang diberikan seperti mengukur tinggi dan besar kepala anak, serta menimbang beran badan, dan juga pemberian imunisasi.
Posyandu Balita dibuka setiap Rabu pada pekan pertama setiap bulannya. Banyak hal yang bisa dilakukan, selain memberikan yandu terhadap anak dan balita. Posyandu Melati II yang merupakan binaan dari Posdaya Hidayah itu, juga turut menyosisialisasikan seputar kesehatan bagi sang anak atau pun balita.
Seperti halnya ketika heboh bahaya obat pil PCC. Di setiap pertemuan adanya jadwal yandu, petugas medis selalu menyampaikan terkait bahaya pil PCC. Begitu juga terkait difteri, yang kini turut menimpa sejumlah kawasan di Sumatera Barat. Di Posyandu Melati II juga menyampaikan kepada warga, pentingnya memberikan vaksin terhadap anak.
Begitu juga dengan Pospindu yang melalukan pemeriksaan atau mendeteksi penyakit tidak menular. Layanan kesehatan Pospindu dilakukan terhadap warga yang berusia di atas 15 tahun dan hingga para lanjut usia. Penyakit tidak menular, yakni stroke, gagal ginjal, kanker, sakit jantung, diabetes, dah tekanan darah tinggi.
“Selama ini, Pospindu berjalan cukup bagus, karena ditangani langsung oleh seorang dokter dan bukan petugas medis seperti untuk layanan Posyandu Balita,” ujarnya.
Ada puluhan masyarakat yang turut memanfaatkan Pospindu, Karena itu, diperkirakan penggabungan layanan kesehatan untuk Posyandu Balita dengan Pospindu akan mulai berjalan pada Februari 2018 mendatang.
“Jadi, sebelum adanya rencana penggabungan itu, sudah ada koordinasi dengan dokter. Awalnya, rencana Posyandu Balita itu digabungkan dengan Posyandu Lansia, tapi dokter meminta tidak dengan Posyandu Lansia, tapi dengan Pospindu saja,” tegasnya.
Menurut Ningsih, dengan adanya inovasi layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk peran Posdaya bagi masyarakat di sekitar radar di suatu kelurahan. Sebab, Posdaya tidak hanya menjadi sebuah kelompok yang bergerak dari rakyat untuk rakyat, tetapi juga turut menjadi ujung tombang pemerintah di tingkat kelurahan.
Bahkan, ia mengaku Posdaya Hidayah terbilang cukup bagus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Padang, dalam memberikan berbagai bentuk layakan kesehatan. Seperti halnya empat pilar yang perlu diterapkan oleh Posdaya di kalangan masyarakat. Empat pilar itu seperti pilar pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.