Petani Bawang Merah di Sumbar Berharap Bantuan Tabur Puja

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tabur Puja yang berada di KPRI Kencana BKKBN, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai menyasar petani bawang dan sayur di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Solok.

Daerah tersebut merupakan kawasan sentral bawang merah di Sumatera Barat. Kini, melalui tokoh masyarakat di Jorong Air Tawar Utara, Usman Effendi, telah mengusulkan kepada Tabur Puja Solok, agar daerah tersebut mendapatkan pinjaman modal usaha bagi petani atau masyarakat setempat.

Modal usaha tersebut untuk membantu petani yang memiliki modal minim, sebagai upaya untuk keberlangsungan usaha bertanam bawang merah. Melalui Usman, petani setempat berharap, agar Tabur Puja mampu membantu petani, agar persoalan modal yang dialami selama ini, dapat diselesaikan.

Usman Effendi, tokoh masyarakat di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Solok/Foto: M. Noli Hendra

“Saya sudah menyampaikan keinginan petani di sini, supaya Tabur Puja bisa masuk ke daerah kami ini. Hal itu saya sampaikan pada akhir tahun 2017 kemarin,” katanya, Senin (8/1/2018).

Ia menyebutkan, informasi seputar keberadaan Tabur Puja yang sudah dikenal dengan sepak terjangnya membantu dan turut menumbuhkan usaha-usaha baru rakyat, didapat Usman dari salah seorang karyawan Tabur Puja yang pernah singgah di Jorong Air Tawar Utara.

Setelah banyak menyampaikan persoalan petani di Jorong Air Tawar Utara kepada seorang karyawan di Tabur Puja itu, dari Tabur Puja turut memberikan penjelasan seputar Tabur Puja dalam programnya membantu masyarakat prasejahtera. Setelah mendapat penjelasan, Usman pun menyampaikan hal-hal tentang Tabur Puja kepada petani di Jorong Air Tawar Utara, hasilnya petani sangat berharap adanya Tabur Puja.

Bahkan, syarat atau pun cara yang telah dijalankan oleh Tabur Puja dalam menumbuhkembangkan usaha rakyat, diakui Usman ada sedikit kesamaan, terutama tentang mengumpulkan iuran dalam sebuah kelompok tani.

“Kami di sini sudah siap untuk menerima Skim Tabur Puja itu, karena persoalan pembayaran kredit insya allah bisa dilaksanakan dengan baik. Karena, segala hal kemungkinan buruk dalam menjalankan kelompok di Tabur Puja, kami telah persiapkan solusinya,” ucapnya.

Menurutnya, bila terjadi kemacetan, nantinya pembayaran uang pinjamannya dari penikmat Tabur Puja, maka akan ditanggulangi oleh uang iuran kelompok petani yang telah jalan selama ini. Artinya, uang iuran kelompok petani selama ini, telah disepakati oleh petani bisa digunakan, bila nanti ada salah seorang penikmat Tabur Puja mengalami tunggakkan.

Ia mengakui yang namanya petani bawang merah tidak selalu untung. Bila datang musim hujan, maka akan membuat petani bawang merah rugi besar. Hal itu pernah terjadi pada musim hujan akhir 2017, rata-rata kerugian petani mencapai Rp3 miliar.

Kerugian itu dialami oleh petani bawang merah yang tergolong petani yang memiliki modal besar. Sementara hal yang diharapkan dapat dibantu secara permodalan usaha di Tabur Puja ialah petani yang tergolong masih memiliki modal usaha yang sangat minim.

Usman menyatakan, terkait hasil kesepakatan petani yang dilakukan secara musyawarah, telah disampaikan ke Manager Tabur Puja KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok, Arye Gilang. Ia berharap, ada respon positif dari Tabur Puja Solok, terkait keinginan petani di Jorong Air Tawar Utara.

Sementara, menanggapi adanya usulan ataupun permintaan dari petani di Jorong Air Tawar Utara itu, Gilang membenarkan jika petani di daerah tersebut melalui Usman telah menyampaikan keinginan agar Tabur Puja hadir di sana. Permintaan itu masuk pada akhir 2017, kemarin.

Sedangkan terkait kondisi dan mata pencaharian yang tengah dijalani oleh petani setempat, merupakan sebuah tempat layak untuk dibantu dalam hal bantuan memberikan pinjaman modal usaha.

Bahkan, Manajer Tabur Puja Solok yang berusia 25 tahun ini mengaku Tabur Puja Solok memang memiliki rencana ke depannya untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini tidak terjangkau oleh pihak-pihak pemberi modal usaha. Karena itu, daerah Jorong Air Tawar Utara merupakan sebuah tempat yang pas atau cocok untuk dapat menikmati pinjaman modal usaha dari Skim Tabur Puja.

“Saya secara pribadi bersedia untuk menjadikan Jorong Air Tawar Utara ini mendapatkan pinjaman lunak dari Tabur Puja, karena dengan Tabur Puja diharapkan usaha bertani yang dijalani  semakin berkembang lagi. Namun, untuk jawaban pastinya, akan ditentukan melalui hasi rapat bersama karyawan dan juga PMU Tabur Puja Sumatera Barat,” tegasnya.

Menurutnya, jika dilihat secara akses jalan dari kantor untuk menuju ke Jorong Air Tawar Utara terbilang cukup jauh, yakni harus memakan waktu kurang lebih 45 menit, dengan kondisi jalan tergolong sempit dan banyak tanjakan. Tetapi, mengingat Tabur Puja hadir untuk membantu rakyat kecil yang ingin menjalankan sebuah usaha, persoalan kondisi jalan bukan hal pokok untuk tidak membantu petani di daerah yang sangat sejuk itu.

Gilang juga mengatakan, setelah mendengarkan paparan dari Usman Effendi yang merupakan tokoh masyarakat setempat, bisa dikatakan persiapan dan niat mereka untuk mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja benar-benar siap.

Hal ini terlihat dari cara Usman menerapkan tabungan kelompok tani yang sudah mirip dengan menjalankan sebuah koperasi usaha. Bahkan Usman menegaskan, jika nanti permintaan dari petani dipenuhi oleh Tabur Puja Solok, maka sebuah ruko akan disediakan sebagai tempat kas Tabur Puja.

Lihat juga...