Penyebaran Flu di AS Menjadi Musim Terburuk Sejak 2014
CHICAGO – Flu masih terus menyebar di penjuru Amerika Serikat. Kejadian kali ini dinilai akan menjadi yang paling parah sejak 2014-2015 dimana saat itu ada 34 juta orang sakit oleh virus tersebut.
Pejabat Kesehatan Amerika Serikat menyatakan, saat ini sudah 710.000 orang dirawat di rumah sakit. Orang lanjut usia (lansia) adalah kelompok paling rentan terserang baru kemudian diikuti kelompok anak-anak yang sangat muda. Selama musim flu, kelompok baby boomer atau yang berusia 50-64 tahun, menjadi kelompok paling rentan setelah kelompok lanjut usia.
“Baby boomer memiliki tingkat lebih tinggi (kemungkinan harus rawat inap) daripada cucu mereka saat ini,” kata Direktur Divisi Influenza di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat Dr. Dan Jernigan, Sabtu (27/1/2018).
Dia mengatakan, wabah influenza mulai mereda di beberapa wilayah di Amerika Serikat seperti di California dan negara bagian lain di Pantai Barat. Namun demikian musimnya masih jauh dari selesai. “Intensitas wabah flu masih tetap tinggi untuk sebagian besar Amerika Serikat, sementara beberapa daerah masih meluas,” katanya.
Jernigan menyebut, musim flu kali ini ini terasa lebih parah dari tahun sebelumnya. “Kita sering melihat berbagai bagian negara wabah meluas di Waktu yang berbeda. Tetapi selama tiga minggu terakhir, seluruh kawasan telah mengalami musim flu, semuanya pada waktu bersamaan,” tambahnya.
Laporan terakhir menyebutkan, hingga 20 Januari, tujuh anak meninggal karena flu, sehingga total kematian anak-anak sampai saat ini mencapai 37 untuk musim ini. CDC tidak melacak kematian orang dewasa secara langsung, namun Jernigan mengatakan 9,1 persen dari sertifikat kematian menyebut flu atau pneumonia sebagai penyebab kematian pekan lalu dan angka jumlah korban terus meningkat selama tiga minggu terakhir.
Jumlah orang yang mengunjungi dokter dan ruang gawat darurat akibat flu mengalami peningkatan hingga 6,6 persen. “Ini adalah tingkat aktivitas tertinggi yang tercatat sejak pandemi 2009, yang mencapai puncaknya pada 7,7 persen,” kata Jernigan.
Lonjakan kasus pada bulan Januari mungkin bertepatan dengan anak-anak yang kembali ke sekolah setelah liburan musim dingin mereka. Beberapa negara bagian telah mencatat tingkat rawat inap yang tinggi. Di California, angka pasien rawat inap karena flu saat ini jumlahnya sekira empat kali lipat dibandingkan pada waktu bersamaan selama musim flu 2014-2015.
“Minnesota telah mencatat dua kali tingkat rawat inap seperti yang terjadi pada musim 2014-15, dan lebih banyak pasien sekarang dirawat di New York juga. California memiliki tingkat aktivitas flu lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama daripada negara bagian lain, yang kemungkinan menjelaskan tingkat rawat inap lebih tinggi,” pungkasnya. (Ant)