Penjual Jagung Meraup Untung Jelang Tahun Baru
YOGYAKARTA – Pedagang jagung di Yogyakarta dan Makasar meraup untung dengan menjajakan jagung manis dan lokal yang di tepi jalan-jalan protokol menjelang pergantian tahun. Jagung manis yang banyak dijual di pinggir jalan mulai diserbu warga untuk persiapan menyambut tahun baru.
Seorang penjual jagung di Yogyakarta asal Piyungan, Bantul, Yuli yang berjualan di tepi jalan kawasan Pasar Sentul Yogyakarta mengatakan, penjualan jagung selalu meningkat mendekati momentum pergantian tahun. “Selama dua hari ini sudah terjual 30.000 jagung,” kata dia.
Menurut Yuli, seperti tahun-tahun sebelumnya kebanyakan warga mulai menyerbu jagung muda mulai siang hingga malam hari untuk dinikmati bersama di malam pergantian tahun.
Harga jagung muda yang dijajakan bervariasi, untuk jagung manis dijual Rp8.000 per kilogram, sedangkan untuk jagung lokal dijual Rp6.000 per kilogram. “Kalau dibandingkan tahun lalu ada tren penurunan penjualan. Tahun lalu hingga sore hari sudah bisa menjual 50.000 jagung,” kata dia.
Penjual jagung lainnya, Yati mengatakan mengaku menyiadakan stok khusus untuk tahun baru mencapai 4 kwintal. Rata-rata stok jagung manis maupun jagung lokal diperoleh dari Klaten, Jawa Tengah. “Kalau saya biasa menjual bijian mulai Rp2.500 hingga Rp3.000 per buah jagung,” kata dia.
Sementara itu di Makasar, pedagang dadakan dari luar kota Makassar, juga meraup untung dari hasil penjualan jagung muda yang dijajakan di pinggir jalan-jalan protokol pada malam pergantian tahun 2017 ke 2018. Penjualan jagung muda di pinggir jalan mulai diserbu warga untuk persiapan merayakan malam pergantian tahun yang didukung kondisi cuaca yang bersahabat.
Seorang penjual asal Kabupaten Gowa, Nawang mengatakan, sejak siang hari hingga menjelang pergantian tahun Dirinya menjajakan jagung muda di pinggir Jalan AP Pettarani dan cukup banyak warga yang datang membelinya.
Menurutnya, pengalaman penjualan jagung tahun-tahun sebelumnya kebanyakan warga mulai menyerbu jagung muda mulai siang hingga malam hari untuk dinikmati bersama di malam pergantian tahun. “Lumayan hingga sore hari ini jagung muda yang terjual sudah sekitar 150 tusuk, dan biasanya hingga malam hari terus meningkat,” ujarnya.
Jagung muda yang dijajakan pedagang setiap tusuk sebanyak 25 buah dengan harga bervariasi antara Rp100.000-Rp150.000 pertusuk. Barang dagangannya dipasok sekitar 7.000 buah jagung yang berasal dari Desa Pallangga Kabupaten Gowa dan juga dari Kabupaten Takalar.
Hal senada diungkapkan Mansyur, seorang penjual jagung muda di sekitar Pasar Tello atau pertigaan Jalan Leimena – Jalan Abdullah Daeng Sirua – Jalan Inspeksi PAM. Dia mengatakan jagung muda yang dijual Rp100 ribu per tusuk itu dipasok dari Desa Mongcongloe Kabupaten Maros yang lokasinya tidak jauh dari Kota Makassar.
Salah seorang pembeli, Hendra mengatakan, Dirinya bersama keluarga sering menikmati makanan jagung bakar pada setiap malam pergantian tahun. “Setiap jelang malam pergantian tahun saya bersama keluarga dan kerabat memilih menikmati jagung bakar sambil menunggu tahun baru,” ujar Hendra. (Ant)