Pameran Inovasi Percepat Kemandirian Desa

PONOROGO – Program inovasi desa yang digagas oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjadi sarana untuk percepatan program desa mandiri. Hal tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi pada pameran Inovasi Desa di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (31/12/2017).

“Program inovasi desa kami rancang untuk memberikan percepatan terkait dengan perwujudan desa-desa agar cepat mandiri, berkembang, dan demokratis. Ini merupakan tujuan dari Undang-Undang Desa,” kata Anwar Sanusi di sela-sela meninjau stand pameran.

Bursa inovasi desa yang digelar bersama pameran inovasi desa dimaksudkan untuk menciptakan wahana bagi masing-masing desa untuk menampilkan berbagai praktik inovasi yang sudah dilakukan. Pameran juga diharapkan dapat menjadi ajang saling bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman bagi para pengelola desa.

Dengan adanya contoh inovasi yang dipamerkan dalam pameran tersebut, lanjut Anwar Sanusi, masyarakat desa akan mudah melakukan pembelajaran. “Sebagaimana karakter orang Indonesia, kalau belajar sesuatu ingin ada contoh sehinga mereka akan gampang memahami,” tuturnya.

Anwar kemudian memberikan contoh. Saat meninjau stan pameran, dia melihat ada desa yang menciptakan alat pengusir burung. Dengan melihat contoh yang sudah ada, katanya, maka desa lain akan lebih mudah dan cepat untuk mempelajarinya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno mengajak seluruh kepala desa dan peserta bursa inovasi agar selalu berinovasi dalam membangun desa. Program inovasi desa disebutnya, untuk merespons program pemerintah pusat. “Saya mengajak seluruh kepala desa agar selalu berinovasi dalam membangun desa guna mewujudkan Ponorogo lebih maju dan berbudaya,” kata Soedjarno. (Ant)

Lihat juga...