Pemuda Malaysia Ajak Boikot Pemilu

KUALA LUMPUR – Pemuda Malaysia menggelar aksi proses dan ajakan untuk memboikot penyelenggaraan pemilu di negara tersebut yang proses pemungutan suaranya akan digelar pada Agustus mendatang.  Aksi digelar di saat situasi politik yang mulai memanas meski tahapan pemilu baru memasuki persiapan.

Pada pemilu mendatang, Perdana Menteri Najib Razak akan menghadapi tantangan dari mantan mentornya Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Sebelumnya Mahathir mengkritik Najib mengenai skandal multi-miliar dolar dan melibatkan dana negara. Mahathir sekarang memimpin kampanye oposisi untuk menggulingkan koalisi Najib. Sementara Najib membantah telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Namun para pemuda Malaysia mendorong #UndiRosak yang berarti ajakan untuk merusak suara Anda. Aksi dilakukan melalui media sosial dengan mengatakan bahwa mereka menolak memilih antara Mahathir (92), dan Najib (64), yang mereka salahkan karena membangun sistem politik saat ini.

Rencana yang dilakukan para pemuda tersebut adalah, dengan tetap akan mempergunakan hak suara yang dimiliki untuk memilih. Hanya saja mereka akan menandai surat suara dengan cara yang salah. Hal itu dilakukan agar tidak ada partai politik yang akan mendapat keuntungan dari suara yang mereka berikan.

“Terdapat defisit yang demokratis. Kami ingin meninggalkan BN-PH yang biner karena sejujurnya, ini semakin melelahkan,” kata aktivis sosial Maryam Lee, menggunakan akronim BN untuk Barisan Nasional yang berkuasa dan pihak oposisi Pakatan Harapan disingkat dengan PH.

Dukungan untuk pemboikotan pemilihan umum tersebut saat ini cukup kuat dan santer terdengar di antara para pemilih muda. Keberadaan para pemuda dan pemilih pemula tersebut sangat diperlukan suaranya oleh pihak oposisi untuk melawan Najib. Prediksinya, koalisi yang berkuasa secara luas diperkirakan di bawah kebdali Najib akan memenangkan pemilihan.

Mahathir telah mencoba untuk menemukan kembali citranya di media sosial. Namun reputasinya sebagai diktator keras kepala selama 22 tahun terus membelah opini yang dibangun. “Oposisi tidak berhak atas suara kami hanya karena BN menyebalkan. Anda harus berusaha untuk suara saya,” kata salah satu warga Malaysia Lee (25).

Kampanye UndiRosak mendapat momentumnya dalam minggu-minggu setelah pihak oposisi menunjuk Mahathir sebagai kandidat perdana menteri yang mereka usung awal bulan ini. Lebih dari 1.500 pengguna Twitter telah membahas topik ini selama dua minggu terakhir.

Hasil survei oleh firma riset media sosial Politweet, UndiRosak juga merupakan topik Twitter populer kedua tertinggi di Malaysia. Sementara meski kampanye tersebut bersifat kecil-kecilan, Lee berpikir bahwa hanya aksi tersebut hanya akan mempengaruhi satu persen dari 14,6 juta pemilih terdaftar.

Gerakan tersebut telah mengejutkan pihak oposisi. Mahathir mengatakan minggu ini bahwa gerakan tersebut merupakan tindakan yang berpikiran dangkal bagi kaum muda untuk tidak memberikan suara mereka.

“Kami perlu mengubah negara ini. Jika kami tidak perlu, saya tidak akan repot-repot terjun ke dalam hal ini karena saya berusia 92 tahun, dan saya akan berusia 93 tahun,” kata Mahatir pada sebuah penjelasan Selasa (23/1/2018). (Ant)

Lihat juga...