Pemkot Sukabumi Antisipasi Melonjaknya Harga Beras

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat mengantisipasi terus melonjaknya harga pangan, khususnya beras, di awal 2018 ini melalui berbagai progam penanggulangan.

“Harga besar jenis Ciherang saat ini dijual di pasaran mencapai Rp12.400/kg, padahal pekan sebelumnya hanya Rp10 ribu/kg,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, Kamis (11/1/2018).

Salah satu upaya untuk menekan lonjakan harga pangan tersebut, yakni dengan cara operasi pasar yang dilakukan oleh Perum Bulog Sub Divre Cianjur yang digelar di Pasar Tipar Gede.

Operasi pasar untuk komoditas beras ini sudah dilaksanakan sejak Selasa, (9/1). Ada pun jenis beras yang disediakan, yakni medium dengan harga Rp9.350/kg atau lebih murah sekitar Rp500 per kilogramnya.

Diharapkan, dengan adanya operasi pasar yang dilakukan Bulog bisa segera menekan laju lonjakan harga beras serta meningkatkan pasokan beras untuk persediaan di pasar.

“Melonjaknya harga beras ini disebabkan minimnya pasokan dari berbagai daerah yang dikarenakan daerah pemasok pangan utama warga ini belum masuk waktu penen,” tambahnya.

Tapi, Ayep mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polres Sukabumi Kota, untuk antisipasi adanya penimbunan beras, sehingga harganya terus melambung.

Di sisi lain, selain beras, untuk cabai merah TW harganya ikut naik, yakni Rp4 ribu/kg yang awalnya Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu/kg. Kemudian komoditi cabai rawit merah naik Rp12 ribu dari harga pekan lalu sebesar Rp36 ribu rupiah menjadi Rp48 ribu/kg.

Untuk harga pangan dan barang strategis lainnya, harganya masih normal dan persediaan pun mencukupi untuk kebutuhan warga Kota Sukabumi dan sekitarnya. (Ant)

Lihat juga...