PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menargetkan produksi padi di daerah itu pada 2018 sebesar 96.235 ton, naik 8.937 ton dibandingkan pada 2017 berjumlah 87.298 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kota, Syaiful Bahri, mengatakan produksi padi tersebut tersebar di sepuluh kecamatan, kecuali Kecamatan Padang Barat.
Untuk mencapai target produksi padi pada 2018 itu, Dinas Pertanian Padang akan mengoptimalkan lahan pertanian dengan penerapan teknologi, pemberian bantuan bibit kepada petani.
Kemudian, bantuan pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, pelatihan dan pembinaan dan hal lainnya yang dapat memperlancar proses produksi.
Sementara, produktivitas pada 2018 ditargetkan 5,7 ton per hektare, sasaran tanam 16.814 hektare dan luas panen 16.899 hektare. Sedangkan, selama 2017 produksi padi di daerah itu telah mencapai 99.018 ton dengan luas panen 1.256 hektare.
Produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Kuranji dengan produksi 30.411 ton, luas panen 404 hektare diikuti Koto Tangah 19.276 ton dengan luas panen 188 hektare.
Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir, mengatakan produksi beras pada 2017 pada tataran nasional surplus berkat Upaya Khusus atau Upsus.
Oleh sebab itu, katanya, pemerintah pusat melalui Kementan terus mendukung kegiatan-kegiatan swasembada khususnya padi yang berkelanjutan agar produksi beras surplus.
“Kegiatan-kegiatan swasembada didukung dengan adanya asuransi pertanian, alat mesin pertanian misalnya traktor, mesin alat tanam padi dan panen padi, kemudian embung serta pendampingan-pendampingan,” katanya.
Ia juga mengatakan, Kementan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di tiap daerah melakukan pendampingan dengan penanaman varietas unggul baru seperti Inpari 30 kepada petani penangkar benih padi. (Ant)