Pemda KLU Maksimalkan Pengelolaan Sektor Pariwisata

LOMBOK UTARA – Pariwisata menjadi sektor utama dari sumber pendapatan asli daerah (PAD)  Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU), disusul sektor pertanian dan perkebunan.

“Pariwisata merupakan sektor paling besar kontribusinya sebagai sumber PAD Lombok Utara, di mana sekitar 40 sampai 60 persen PAD kita bersumber dari sektor pariwisata”, kata Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar, di Lombok Utara, Kamis (18/1/2018).

Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Ahyar. -Foto: Turmuzi

Ia mengatakan, untuk tiga Gili, Gili Terawangan, Meno dan Gili Air, setiap tahunnya berkontribusi sekitar Rp47,2 miliar dari pajak hotel dan restoran, belum lagi destinasi wisata Senaru dan Rinjani yang memberi dampak besar bagi devisa negara dan daerah.

Ada juga wisata budaya di Segenter, Gumantar dan sekarang ini yang terus pemerintah kembangkan adalah Desa wisata atau populer disebut ekowisata seperti ekowisata Kerujuk Lombok Utara dan beberapa tempat kecamatan Kayangan.

“Sebagai sektor andalan sumber PAD, pengelolaannya tentu harus dilakukan secara maksimal dan optimal, supaya terus meningkatkan sumber PAD” terangnya.

Untuk pengembangan wisata budaya dan ekowisata, pihaknya ingin dalam pengelolaannya bisa lebih banyak dilakukan masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal, sehingga dampaknya juga bisa dirasakan dan dinikmati secara  langsung masyarakat setempat.

Pemerintah tentu tidak akan melakukan intervensi dalam konteks mengambil alih, tapi kerja sama dengan masyarakat, termasuk membangun homestay di beberapa desa wisata. “Kita ingin masyarakat bisa memanfaatkan lahannya, nanti pemerintah yang membangun. Kenapa? Karena harapan kita ke depan, bangunan tersebut bisa menjadi milik masyarakat, jadi mereka berkontribusi pada sektor pariwisata, tanpa menjual lahannya, tapi mereka bekerja sama dengan pemerintah”, katanya.

Selain mengelola sektor pariwisata, sektor jasa seperti terminal di Bangsal, Teluk Nare perlu dimaksimalkan, karena selama ini retribusi dari sektor pariwisata belum dikelola maksimal, mengoptimalkan pusat pendapatan pada sektor pariwisata, seperti pajak hotel dan restoran juga digenjot.

“Karena itu, untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan, selain promosi, pembenahan  destinasi juga terus dilakukan, baik dari  sisi fasilitas maupun keindahan, supaya wisatawan merasa nyaman”, katanya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zainul Majdi meminta Pemda Kabupaten Kota, supaya dalam pengelolaan sektor pariwisata, selain bisa mendatangkan keuntungan bagi pemasukan PAD, juga harus mampu memberikan kemanfaatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kemajuan sektor pariwisata tidak akan ada gunanya, kalau kemudian keberadaannya tidak mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat, terutama masyarakat sekitar kawasan,” katanya.

Lihat juga...