Pantai Asam Satu Beach Larantuka Mulai Ramai Dikunjungi
LARANTUKA — Pantai wisata Asam Satu Beach di kelurahan Weri kota Larantuka kabupaten Flores Timur mulai ramai dikunjungi. Padahal belum setahun pantai wisata yang merupakan hasil kreatifitas anak-anak muda yang tergabung dalam Kelompok Penggerak Pariwisata (Konpenpar) Asam Satu Beach Weri ini beroperasi.
“Pantai milik pemerintah ini kami anak-anak muda Weri mulai bersihkan dan tata hingga semakin bagus dari hari ke hari. Sekarang sudah ramai dikunjungi orang setiap hari Sabtu dan Minggu atau hari libur. Padahal kami baru bangun usai Paskah bulan April tahun 2017 lalu,” ujar Deny de Rosari di Larantuka, Minggu (7/1/2018).
Saat ditemui Cendana News, Joe sapaannya mengatakan, saat ada event balap sepeda internasional Tour de Flores bulan July 2017 lalu banyak pembalap yang mampir ke pantai pasir putih ini. Mereka melepas lelah dan berpose ria lalu membagikannya di media sosial sehingga membuat pantai Asam Satu Beach Weri mulai dikenal orang.
“Kadang banyak juga yang datang dalam rombongan besar dan membuat acara di tempat ini seperti dari perusahaan swasta dan kantor pemerintah. Tapi kalau setiap hari libur pasti tempat ini ramai dikunjungi sebab tidak terlalu jauh jaraknya dari pusat kota,” tuturnya.
Meski sudah ramai dikunjungi sebut Joe, anak-anak muda yang mengelola tempat ini tidak memungut bayaran dari setiap pengunjung. Hanya disiapkan kotak sumbangan di depan pintu masuk dan itu juga tidak ada paksaan kalau memang pengunjung tidak memiliki uang.
“Kalau untuk sewa pondok atau Lopo kami cuma minta biaya sewa 15 ribu rupiah untuk satu Lopo selama seharian. Sebulan sekali kami buka kotak sumbangan dan terkadang bisa dapat uang 2 sampai 3 juta rupiah dimana uangnya akan dipergunakan untuk biaya perawatan seperti beli tempat sampah dan lainnya,” terangnya.
Terkadang juga pengunjung kata Joe membayar sewa Lopo seadanya dan itu pun pihaknya menerima saja tanpa dipaksa. Ada 10 Lopo yang dibangun di pinggir pantai berpasir putih menggunakan atap ilalang dan tiang kayu dimana semua bahannya merupakan sumbangan warga dan rumput ilalangnya dipotong sendiri anggota kelompok di kebun warga di Weri setelah diberi ijin.
“Kami juga sediakan perangkat musik dan ada panggungnya juga sehingga pengunjung yang mau menyanyi atau karaoke bisa mempergunakannya. Kadang juga ada live musik dan siapa saja yang mau mengisi acara musik kami persilahkan,” sebutnya.
Para pemuda juga lanjut Joe selalu memantau para pengunjung yang mandi di laut sebab arus laut di tempat ini sangat kencang. Pihaknya pun menyiapkan satu-dua pelampung dari ban dalam yang diperoleh dari bengkel mobil di kota Larantuka.
“Dinas Pariwisata Flotim memang menawarkan kerja sama untuk mengoperasikan tempat ini tapi kami belum mau. Kami memang kerja secara swadaya tanpa ada imbalan karena peduli dengan pariwisata Flotim,” ungkapnya.

Kantor dinas Pariwisata Flotim juga tambah Joe berjanji akan membangun pagar tembok di lokasi pantai ini, bangun Gazebo, ruang ganti pakaian dan MCK. Kalau dari BRI Larantuka sudah bangun satu unit MCK dan ada juga sumbangan semen dari anggota DPR sehingga kami bangun kantor sekertariat,” jelasnya.
Carolin Koten salah seorang pengunjung yang ditemui Cendana News di lokasi pantai mengaku baru pertama kali datang bersama dua teman perempuannya setelah mendengar cerita teman dan melihat postingan foto-foto pantai wisata Asam Satu Beach di media sosial.
“Saya dan teman-teman baru pertama kesini dan tempatnya juga sangat bersih, banyak rumput dan pepohonan sehingga teduh. Pasir putihnya juga sa gat bagus dan tempatnya sangat bersih serta tidak membayar biaya masuk tapi hanya kasih uang sumbangan sesuai kemampuan,” ucapnya.
Carolin mengaku puas dan senang bisa berwisata ke tempat ini sebab anak-anak muda yang mengelolana kreatif sekali. Ban mobil bekas di cat aneka warna dan disusun di beberapa tempat. Juga ada ayunan di pasir putih yang persis berada di bibir pantai dan menghadap ke laut.
“Tempatnya bagus, nyaman aman dan teduh serta bersih dari sampah. Anak muda yang mengelola tempat ini sangat kreatif, patut ditiru semangatnya dan harusnya mendapat apresiasi dan perhatian dari pemerintah sebab mereka kelola tempat ini secara swadaya dan tidak mengejar keuntungan buat pribadi mereka,” pungkasnya.
Anak-anak muda yang berjumlah sekitar 20 orang selalu silih berganti menjaga pantai wisata ini. Saban hari sekitar pukul 17.00 WITA mereka membersihkan tempat wisata ini dari aneka sampah usai pengunjung atau wisatawan pulang.