Motor Perpustakaan Keliling Bantuan Perpusnas Mulai Dioperasikan

LAMPUNG — Bantuan armada perpustakaan keliling bantuan Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) yang diserahkan secara simbolis oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada September 2017, mulai dipergunakan oleh relawan motor perahu pustaka Bakauheni, Lampung Selatan.

Ardiyanto (47), penerima bantuan motor perpustakaan keliling mengaku menerima motor tersebut secara langsung dari kepala Pespusnas, Syarif Banda pada Rabu (17/1) di Jalan Salemba No.28 Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

Ardiyanto yang sudah menjadi relawan literasi sebelum mendapat bantuan kendaraan motor perpustakaan keliling. menyebut dengan diterimanya bantuan kendaraan operasional perpustakaan keliling, dirinya langsung kembali melakukan gerakan tebar buku di wilayah pelosok Lampung Selatan, salah satunya Dusun Legok Noong Sumbersari, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni.

Kampung di pedalaman Kecamatan Bakauheni tersebut, kata Ardiyanto, memiliki sejarah bagi perkembangan motor perahu pustaka dalam menebarkan budaya literasi.

Motor perpustakaan keliling, menurut Ardiyanto, diberikan Presiden untuk mendukung mobilitas pergerakan pegiat literasi yang ada di Indonesia. Ardiyanto yang merupakan pegiat motor perahu pustaka juga mengaku bergerak bersama Radmiadi, pegiat perahu pustaka di Bakauheni dan bergerak di pedesaan wilayah pesisir pantai, khususnya anak-anak petani dan nelayan yang sulit mengakses buku bacaan.

Kegiatan menebar literasi mempergunakan motor, juga didukung dengan diberikannya bantuan 60 sepeda motor bagi pegiat literasi di Indonesia,
20 motor bagi relawan pustaka bergerak, 15  kendaraan motor diberikan kepada pegiat literasi, Taman Baca Masyarakat (TBM), dan sisanya diberikan kepada pegiat literasi dari unsur Polisi dan TNI.

Ardyanto merupakan penerima motor bersama Sugeng Hariyono dan Eko Prasetyo yang ketiganya berasal dari Provinsi Lampung. “Sebagai relawan literasi, awalnya saya mendatangi anak-anak di pelosok kampung, agar anak-anak membaca, meski saya mempergunakan kendaraan roda dua, sehingga saat motor bantuan dari Perpusnas tiba di Lampung, kampung ini yang saya datangi kembali,” terang Ardiyanto , Jumat (19/1/2018).

Beberapa  ibu rumah tangga ikut mendampingi anak-anaknya membaca buku yang dibawa dengan motor perpustakaan keliling. [Foto: Henk Widi]
Pada saat awal datang ke kampung Legok Noong Sumbersari, ia mengaku prihatin karena wilayah yang berjarak sekitar beberapa kilometer dari Bakauheni. Bahkan, anak-anak di wilayah tersebut kerap harus berjalan kaki untuk menuju ke sekolah.

Kondisi yang terjadi pada 2016, termasuk berkeliling ke sejumlah kampung hingga dirinya mendapat bantuan motor perpustakaan keliling, dirinya berniat mendatangi kampung Legok Noong membawa buku-buku bacaan yang ada di box perpustakaan keliling dari Perpusnas.

“Saya mengemban amanat untuk menebarkan ratusan buku-buku yang merupakan bantuan dari Perpusnas, sekaligus mengingatkan awalnya saya tebar buku di sini,” beber Ardiyanto.

Saat berada di kampung tersebut dengan membawa kendaraan motor perpustakaan kelilimg bernomor polisi B 3587 PFQ, ia mengaku awalnya disangka pedagang makanan dan minuman keliling oleh anak-anak, dengan bentuk motor pedagang makanan dan minuman yang kerap melintas di wilayah tersebut. Namun, setelah box dibuka dengan ratusan buku, anak-anak di kampung tersebut mulai mendekat untuk membaca buku.

“Kami kira ada pedagang makanan dan minuman tapi setelah tahu ternyata perpustakaan keliling, karena awalnya pak Ardiyanto ke sini jalan kaki dan membawa motor bebek, tapi sekarang bawa motor yang beda,” kata Anisa, salah satu anak di kampung Legok Noong.

Anisa dan puluhan anak di kampung tersebut berharap, dengan adanya kendaraan operasional baru tersebut Ardiyanto sebagai pegiat literasi rutin mengunjungi kampung tersebut. Puluhan anak yang duduk di bangku TK hingga SMP tersebut, di antaranya belum bersekolah, merupakan anak-anak petani dan pekebun yang bekerja sebagai petani jagung dan kelapa sawit.

Ardiyanto menyebut, dengan adanya kendaraan operasional yang lebih memadai dirinya bisa menjangkau beberapa wilayah Lampung Selatan.

Pada awal Februari mendatang, dirinya akan bergerak ke Krui Pesisir Barat Lampung untuk menebar semangat gerakan literasi di wilayah tersebut, sekaligus menularkan semangat pustaka bergerak Indonesia.

Lihat juga...