Menkes Paparkan Hasil Capaian Kinerja 2017

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaparkan capaian hasil kinerja sepanjang 2017. Ada pun capaian yang telah dirancang pada 2017, yakni Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, pembangunan dan peningkatan mutu infrastruktur kesehatan dan pelayanan kesehatan. 

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) senantiasa berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program yang telah dirancang pada 2017,” kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek, kepada waratwan di Ruang J. Leimena, Gedung Adyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Pada kesempatan ini, Menteri Kesehatan Nila, menyampaikan capaian hasil kinerja mengenai anggaran Kemenkes 2017 dengan rincian untuk alokasi program JKN sebesar Rp5,5 triliun (43,80 persen), program pembinaan pelayanan kesehatan mencapai Rp17 triliun (29,17 persen), program pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan mencapai Rp4,6 triliun (7,91 persen), program Kefarmasian dan alat kesehatan Rp3,4 triliun (5,78 persen), program dukungan manajemen Rp2,8 triliun (4,85 persen), program pencegahan dan pengendalian penyakit Rp2,4 triliun (4,18 persen), pembinaan kesehatan masyarakat Rp1,7 triliun (2,88 persen), program penelitian dan pengembangan kesehatan Rp740 miliar (1,27 persen) dan program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur Rp96,4 triliun (0,17 persen).

Nila mengatakan, alokasi anggaran Kemenkes tahun 2017 kemarin sebanyak Rp58,3 triliun dan merupakan anggaran paling besar yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak tahun-tahun sebelumnya.

“Anggaran di 2017 paling besar yang diterima Kemenkes dari tahun sebelumnya,” ujarnya, didampingi seluruh pejabat Eselon 1 dan 2 Kemenkes.

Nila juga menuturkan, akan terus memberikan perlindungan kepada masyarakat miskin dalam akses pelayanan kesehatan. Ada pun yang menerima bantuan iuran kepada penduduk miskin yang diberikan oleh pemerintah sebanyak 92,3 juta jiwa dengan total iuran Rp25,4 triliun.

Selain itu, jumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang menerima layanan jaminan kesehatan nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) selalu meningkat setiap tahunnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kemudian, kata Nila, pada fasilitas kesehatan lanjutan bertambah menjadi 3.380 Faskes.

“Di 2017 meningkat menjadi 21.763 Faskes. Pada fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sebanyak 3.380 Faskes,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, bahwa JKN telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat, sehingga dapat dilihat kenaikan total pemanfaatan JKN atau KIS terus meningkat dari waktu ke waktu hingga 182,7 juta orang. “Tercatat di bulan Oktober 2017 sebesar 182,7 juta jiwa,” ungkapnya.

Pemanfaatan JKN atau KIS dimaksud berupa fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, dokter, praktek peorangan atau klinik pratama, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan rumah sakit dan pemanfaatan pada rawat inap rumah sakit.

Lihat juga...