KUALALUMPUR – Malaysia setuju membayar sebuah perusahaan AS Ocean Infinity sebesar 70 juta dolar AS jika bisa menemukan pesawat MH370 dalam waktu 90 hari. Kapal pencari milik perusahaan tersebut Seabed Constructor dilaporkan sudah berangkat dari Durban, Afrika Selatan, pada 3 Januari untuk memulai proses pencarian.
Kapal milik Ocean Infinity membawa delapan kendaraan bawah laut otonom atau kapal selam. Kendaraan tersebut akan menjelajahi dasar laut dengan dilengkapi peralatan pemindaian untuk mengirim informasi agar bisa dianalisis. Departemen Penerbangan Sipil Malaysia menyebut, Seabed Constructor memulai pencariannya pada Senin (22/1/2018).
Seabed Constructor diyakini bisa menyelesaikan pencarian dalam waktu tiga atau empat minggu. Area yang ditelusuri selama 90 hari pencarian bisa mencakup hingga 60.000 kilometer persegi. “Kecepatan penelusuran tersebut empat kali lebih cepat daripada upaya sebelumnya,” tandas Kepala Eksekutif Ocean Infinity Oliver Plunkett.
Kapal milik Ocean Infinity tersebut telah mencapai zona pencarian pada Minggu (21/1/2018). Dan pada Selasa melacak sebuah tempat yang menurut lembaga ilmiah Australia diyakini sebagai lokasi pesawat yang paling mungkin terjadi.
Delapan kapal selam dapat mencari di area yang luas di dasar laut lebih cepat daripada pemindai yang ditambatkan yang digunakan pada penelusuran sebelumnya, demikian Charitha Pattiaratchi, maha guru oseanografi pesisir di Universitas Western Australia.
“Jika mereka tidak menemukan apapun dalam 90 hari ini saya pikir itu akan menjadi akhir dari upaya pencarian selama ini. Ini akan seperti usaha terakhir, jika Anda mau,” pungkasnya.
Pesawat MH370 hilang dalam perjalanan dari Kualalumpur ke Beijing pada Maret 2014 dengan membawa 239 orang, kebanyakan warga negara China. Penyidik meyakini seseorang sengaja mematikan transmitter responder MH370 sebelum mengalihkannya ke Samudera Hindia.
Puing dari pesawat tersebut dikumpulkan dari sejumlah pulau di Samudera Hindia dan pantai timur Afrika. Setidak-tidaknya tiga kepingan pesawat dipastikan berasal dari pesawat hilang tersebut telah ditemukan.
Australia, China dan Malaysia telah mengakhiri upaya pencarian senilai 200 juta dolar Australia tanpa hasil di wilayah seluas 120 ribu kilometer persegi pada Januari tahun lalu. Sementara penyidik mendesak upaya pencarian diperluas ke wilayah seluas 25.000 kilometer persegi ke arah utara. (Ant)