Jamur Bulan, Bahan Baku Sayur yang Muncul Sekali Setahun

MATARAM — Selain rebung bambu, sayuran musiman yang hanya bisa tumbuh dan bisa didapatkan satu kali dalam setahun di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah tengkong (jamur) bulan. Jamur bulan hanya bisa ditemukan saat musim hujan seperti sekarang.

Seperti halnya rebung, sayuran ini sangat diminati masyarakat, karena rasanya yang gurih dan lezat dijadikan sayuran santap siang maupun malam bersama keluarga.

Tidak heran ketikan musimnya tumbuh seperti sekarang, masyarakat, dari anak – anak sampai orang dewasa berlomba-lomba berburu mencari jamur bulan ke kebun atau pematang sawah.

Husni memperlihatkan jamur bulan
yang didapatkannya
/Foto: Turmuzi

Jamur bulan biasa akan banyak tumbuh berjejer atau menumpuk di bawah pohon besar, dekat pohon bambu maupun pematang sawah dalam jumlah banyak.

“Jamur bulan paling enak dimasak pedis panas campur rebung atau sayuran lain, apalagi kalau bumbunya pas, lezat sekali rasanya,” kata Husni, warga setempat, Sabtu (20/1/2018).

Jamur bulan biasa juga banyak bisa ditemukan dan dijual di sejumlah pasar tradisional dalam jumlah banyak oleh pedagang yang dibeli dari warga yang memang sengaja mencari jamur bulan ke kebun maupun kawasan hutan.

Jamur bulan yang sudah dijual di pasar biasanya dijual mahal, karena untuk mendapatkannya tidak mudah. Satu plastik putih kecil berisi jamur biasa dijual dengan harga 15 sampai 20 ribu.

Solihin, warga Desa Gerunung, Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, untuk bisa mendapatkan jamur bulan dirinya bersama warga lain biasa mencari ke kebun dan semak belukar.

Pagi hari menjadi waktu paling asik mencari jamur bulan, karena selain belum banyak dicari warga lain, jamur yang didapatkan juga masih segar dan daun jamur belum terlalu besar mengembang.

“Paling asik cari jamur bulan pagi hari, karena masih segar, sebab kalau nyari siang biasanya banyak yang sudah membusuk dan berulat,” katanya.

Jamur ini disebut jamur bulan, karena warna jamur yang putih seperti bulan. Jamur ini umumnya bagi masyarakat Indonesia, terkhusus Pulau Lombok menyebutnya tengkong bulan.

Secara fisisk jamur ini sedikit lengket, ukuran 5-10 cm, bagian bawah bertekstur lunak dan bagian luar beralur tepi. Jamur ini belum dibudidayakan namun cukup digemari masyarakat.

Untuk dapat menemukan tidaklah sulit karena jamur bulan berkembang biak secara berkelompok.

Lihat juga...