Hotel Intercontinental di Kabul Diserang, Tamu Disandera
KABUL – Sekelompok pria bersenjata menyerang Hotel Intercontinental di Kabul, Sabtu (20/1/2018) malam. Beberapa tamu dan staf hotel disandera oleh kelompok yang terlibat adu tembak dengan pasukan keamanan.
Saat serangan, gedung hotel tersebut terbakar sementara para tamu dan petugas hotel berlarian keluar. “Para penyerang memasuki hotel dan orang-orang menghambur ke luar di tengah serbuan tembakan senjata api di semua bagian,” ujar Manager hotel Ahmad Haris Nayab yang berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka.
Hingga berhasil menyelamatkan diri. Nayab mengaku tidak punya informasi soal kemungkinan adanya korban. Insiden terjadi beberapa hari setelah kedutaan besar Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal kemungkinan serangan terhadap hotel-hotel di ibu kota negara Afghanistan itu.
Juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan Najib Danish mengatakan, rincian soal serbuan tidak jelas. Hanya saja menurutnya, para penyerang masuk melalui dapur, tampak dalam kelompok tersebut termasuk adanya pelaku bom bunuh diri.
Menurut seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya, para penyerang menyandera beberapa tamu dan petugas hotel. Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan terbaru yang terjadi di Kabul tersebut.
Hotel Intercontinental, terletak di puncak bukit dan dijaga ketat seperti kebanyakan fasilitas umum lainnya di Kabul. Sebelumnya hotel tersebut juga pernah mengalami serangan oleh para gerilyawan Taliban pada 2011. Interncontinental merupakan salah satu dari dua hotel mewah utama di ibu kota.
Dijadwalkan pada Minggu (21/1/2018) di hotel tersebut akan diselenggarakan konferensi teknologi informasi. Pejabat Kementerian Telekomunikasi Ahmad Waheed menyebut, ada lebih dari 100 manager dan insinyur teknologi informasi yang berada di lokasi ketika serbuan terjadi.
Pada Kamis (18/1/2018), Kedubes AS di Kabul mengeluarkan peringatan kepada para warga negaranya mengenai kemungkinan adanya serangan oleh kelompok garis keras. “Kami mengetahui ada sejumlah laporan bahwa kelompok-kelompok garis keras kemungkinan sedang merencanakan serangan ke hotel-hotel di Kabul,” ujar peringatan resmi dari Kedubes AS di Kabul tersebut.
Kendati misi Dukungan Tegas pimpinan NATO mengatakan bahwa Taliban telah berada di bawah tekanan setelah Amerika Serikat meningkatkan bantuannya bagi pasukan keamanan Afghanistan. Dan adanya peningkatan serangan udara terhadap para gerilyawan, kondisi keamanan di negara tersebut masih genting.
Beberapa serangan terjadi di Kabul, termasuk pada Mei tahun lalu ketika sebuah kendaraan pengebom di luar kedutaan besar Jerman menewaskan setidaknya 150 orang. Meski keamanan telah diperketat di daerah-daerah kantor pemerintahan dan diplomatik kondisi keamanan masih cukup rawan.
Kendati memiliki nama yang sama, Hotel Intercontinental di Kabul bukan merupakan bagian dari InterContinental Hotels Group (IHG). IHG pada 2011 mengeluarkan pernyataan hotel Inter-continental di Kabul bukan dan tidak pernah menjadi bagian dari IHG sejak 1980. (Ant)