Dinyatakan KLB Difteri, DKK Balikpapan Galakkan Imunisasi
BALIKPAPAN – Setelah dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) Difteri, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan hari ini (5/1/2018) melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi vaksin bersama di RT 10 Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat.
Tim DKK menyediakan vaksin untuk usia 1-19 tahun di RT setempat yang merupakan daerah yang positif difteri.
Kasi Surveilance dan Imunisasi DKK, Priharto menuturkan, tujuan dari ORI ini adalah memutuskan mata rantai penularan karena di daerah ini yaitu di RT 10 ada satu yang positif difteri dan mengisolasi suatu kasus.
“Jadi ada yang positif difteri di sini, kita memberikan kekebalan kepada semua. Pemberian vaksin ini merupakan hari pertama, kemudian besok lanjut vaksin ke RT 9 Kelurahan Margasari,” jelasnya, usai melakukan imunisasi di RT 10 Kelurahan Margasari, Jumat (5/1/2018).
Dia menyebutkan, stok vaksin yang disediakan di RT 10 sekitar 125 dan stok itu disediakan melebihi 10 persen dari target. Kelebihan persediaan itu untuk melayani masyarakat yang menginginkan vaksin.
“Stok yang disediakan sesuai dengan target hingga usia 19 tahun. Kami juga sediakan stok melebihi dari target sekitar 10 persen untuk mengantisipasi masyarakat yang minta vaksin,” terangnya.
Untuk sementara vaksinasi yang dilakukan sesuai dengan stok yang ada dan dilakukan di daerah yang positif kemudian daerah sekitar.
“Karena logistik masih terbatas jadi fokus ke daerah yang positif. Kemudian nanti kalau sudah banyak vaksin maka dilanjutkan vaksin yang lebih besar. Kemungkinan minggu depan persediaan vaksin sudah datang,” beber Priharto.
Ia menambahkan untuk mendapatkan vaksin melakukan registrasi dengan membawa kartu keluarga (KK) dan buku KIA. Namun, apabila belum membawa persyaratan itu pihaknya tetap melayani dan persyaratan menyusul.
“Semua kita layani tidak menolak antusias warga,” tambahnya.
Sementara itu, hingga kini jumlah kasus suspect di tahun 2018 sebanyak 6 kasus. Pemeriksaan laboratorium masih dalam pengiriman ke Surabaya dan kini masih menunggu hasilnya. Sementara tahun 2017, terdapat 12 kasus dan satu positif difteri.
