Bank Sampah Dinilai Menguntungkan Warga

YOGYAKARTA – Keberadaan Bank Sampah Gemah Ripah yang ada di Desa Bantul, Kecamatan, Bantul, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Salah satunya, Mbah Yono (60) warga Dusun Pijenan, Wijirejo, Pandak, Bantul. 

Sudah sekitar setahun terakhir, ia menjadi nasabah Bank Sampah Gemah Ripah. Secara rutin, minimal setiap dua minggu sekali, ia selalu membawa sampah seperti kardus, plastik, botol bekas dan sebagainya dengan menggunakan sepeda motor untuk ditabung ke Bank Sampah Gemah Ripah.

Kakek yang memiliki usaha warung kelontong di rumahnya ini, mampu mengumpulkan uang tabungan dari sampah hingga Rp1 juta. “Ini saya mau ambil uang tabungan sampah. Karena sudah terkumpul Rp1 juta lebih,” katanya, Rabu (24/1/2018).

Baca: 10 Tahun Bank Sampah Gemah Ripah Bantul Kelola Sampah

Yono mengaku tak menyangka, jika dari sampah bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Padahal, selama ini ia hanya membuang begitu saja sampah yang dihasilkan dari warungnya. Bahkan, ia harus mengeluarkan uang iuran sampah setiap bulannya, agar sampahnya terbuang.

Lain Yono, lain pula Arsih. Warga Karanggayam, Bantul, ini baru sebulan terakhir menjadi nasabah Bank Sampah Gemah Ripah. Ia mengaku tertarik mengumpulkan sampah di rumahnya untuk disetor ke bank sampah, karena lebih praktis.

“Biasanya saya jual sampah berupa barang bekas dengan memanggil tukang rongsok. Tapi, harus saya kumpulkan dulu agar jumlahnya banyak. Tapi, ternyata itu justru membuat rumah kotor dan banyak tikus. Sedangkan dengan adanya bank sampah, saya tidak harus menumpuk sampah di rumah. Bisa langsung menyetor setiap hari,” katanya.

Tak seperti menjual sampah ke tukang rongsok dengan harga tak tentu, menabung sampah di bank sampah dikatakan juga lebih jelas. Karena sudah ada daftar harga pasti untuk setiap jenis sampah yang dikumpulkan. Mulai dari sampah plastik, kardus, besi, almunium, botol, dan sebagainya.

Lihat juga...