PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimalisasi program integrasi petenakan sapi potong dengan perkebunan kelapa sawit. Upaya tersebut untuk meningkatkan populasi ternak di daerah tersebut.
Dalam program tersebut petani diajak untuk memelihara sapi potong. “Kami mengajak semua pemilik perkebunan sawit yang memiliki luas 10 hektare dapat memelihara satu ekor sapi,” kata Kepala Pertanian Kepulauan Babel Toni Batubara di Pangkalpinang, Jumat (26/1/2018).
Toni menyebut, di Babel ada 42 perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luas perkebunan mencapai 140.000 hektare. Dari total luas tersebut, 120.000 hektare sudah menghasilkan. “Kami berharap perusahaan yang lahan sawitnya sudah menghasilkan untuk memelihara satu ekor sapi yang nanti dikelola masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Dia, jika setiap 10 hektare perkebunan sawit memelihara satu ekor sapi maka target pemerintah daerah membudidayakan sapi potong segera tercapai. Secara matematis, dari lahan 120.000 hektare dapat membudidaya 12.000 ekor sapi potong.
“Jika ini tercapai maka kami yakin harga sapi potong tidak akan tinggi dan masyarakat akan lebih mudah mengonsumsi daging sapi potong karena harganya yang murah,” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan pendampingan ke perusahaan sawit untuk dapat memelihara sapi tersebut dengan baik. “Kami akan menunggu keputusan dari masing-masing pemilik perkebunan sawit kapan akan membeli sapi,” katanya. (Ant)