Anies-Sandi Tanggapi Nama Jalan AH Nasution

JAKARTA —- Pemerintah Kota Jakarta Selatan, secara resmi mengganti nama Jalan terusan H Rasuna Said atau bagian dari Jalan Buncit Raya menjadi Jalan Jenderal Besar Dr. AH. Nasution. 

Penamaan nama jalan yang menghubungkan jalan arteri Gatot Subroto dan TB Simatupang ini sesuai instruksi Wali Kota Jakarta Selatan nomor 3 Tahun 2018. Pergantian nama itu telah tercantum dalam surat edaran sosialiasai yang ditandatangani lurah Mampang Prapatan, Ramli.

Pada surat yang ditujukan kepada Ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) serta para pemilik gedung di jalan. Dijelaskan, bahwa jalan yang mengambil nama mantan Menhankam ini dimulai dari peremparan jalan HR Rasuna Said dan Gatot Subroto sampai lampu merah TB Simatupang. Sosialisasi perubahan nama jalan sendiri dilakasanakan selama sebulan sejak 18 Januari hingga 18 Februari 2018.

Menangapi hal itu, Gubernur DKI, Anies Baswedan, akan menindaklanjuti rencana perubahan nama Jalan Warung Buncit Raya menjadi Jalan AH Nasution. “Nanti kita tindak lanjuti, kita akan lihat dulu itu. Karena ada salah satu yang unik, ada seorang tokoh penting dalam pengamanan Pancasila, yaitu Abdul Haris Nasution,” ucapnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (30/1/2018).

Menurut Anies, pencantuman nama Abdul Haris Nasution, karena belum ada dikenang sebagai salah satu nama jalan. Menurut dia, nama jalan tersebut sebagai simbol yang akan mengingatkan perannya.  “Kita ingat di periode-periode kritis AH Nasutin mengambil peran yang penting,” ujarnya.

Kemudian AH Nasution, kata Anies, salah seorang Jenderal yang berhasil merumuskan pengalaman gerilyanya yang dijadikan buku hingga dipakai di semua pelatihan militer dunia terkait perang gerilya.

“Ini saya rasa satu dari sedikit orang yang pengalaman perangnya itu menjadi buku referensi, kita ingin menghormati beliau,” ungkapnya.

Tak hanya Anies, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno juga setuju atas nama jalan tersebut.  “Kalau saya setuju. Setuju sekali,” imbuhnya.

Sandi mengatakan, pergantian nama jalan tersebut telah diajukan sebelum dirinya dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Menurut dia, secara mekanismenya, melalui bahasan dan kajian telah dilakukan. Dia mengakui bahwa nama jalan tersebut memang belum dinamakan.

“Jadi, memang jalan itu belum dinamakan. Itu pahlawan kita. Jadi kita harus menghargai jasa-jasa pahlawan kita. Saya menginstruksikan seandainya sudah melewati proses semua, ya tentunya diberikan penghormatan kepada pahlawan kota,” paparnya.

Sebelumnya, telah beredar surat edaran sosialisasi pergantian nama jalan Mampang Raya hingga ke Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Menanggapi hal tersebut, pengusulan nama itu dari ikatan keluarga Nasution yang menginginkan kawasan itu menjadi nama AH Nasution. Selanjutnya pihak Pemkot Jakarta Selatan telah menyurati Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Lihat juga...