JAMBI – Pemerintah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, mengajukan kuota 2,5 juta tabung elpiji tiga kilogram bersubsidi ke provinsi setempat untuk memenuhi kebutuhan pada 2018.
“Kuota yang kami ajukan pada tahun ini lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Setda Batanghari, Syaiful, di Muarabulian, Selasa (30/1/2018).
Dikatakannya, 2,5 juta tabung yang ekuivalen 7.500 ton elpiji itu untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di delapan kecamatan.
Sedangkan pada 2017, Batanghari mendapat kuota tabung elpiji tiga kg sebanyak 2,45 juta atau ekuivalen dengan 7.350 metrik ton.
Syaiful berharap, Pemprov Jambi dapat memenuhi kuota yang diusulkan tersebut mengingat saat ini pertumbuhan UMKM di daerah itu semakin meningkat.
Sementara itu terkait pengawasannya, ia menjelaskan pihaknya akan lebih memperketat pengawasan peredaran elpiji tiga kilogram tersebut melalui Tim Pengawasan Barang dan Jasa dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kami tidak ingin kejadian tahun lalu kembali terulang, banyak yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, pengawasannya akan kami perketat,” katanya. (Ant)