Akhir Tahun Jadi Momentum Koreksi Diri
MAUMERE – Perayaan pergantian tahun hendaknya menjadi moment refleksi diri. Moment pergantian tahun dijadikan untuk koreksi diri terkait apa yang sudah dilakukan di 2017 sehingga kita bisa lebih layak menyongsong 2018 dengan hati bersih dan pikiran yang jernih guna menapaki setiap langkah hidup.
“Harusnya kita bertanya dalam diri kita masing-masing, merenung tentang apa yang sudah kita lakukan,apa yang sudah kita alami di 2017. Apakah ada peristiwa-peristiwa yang memberi makna di 2017 atau tidak?” ujar Pater Dr.John Prior,SVD dalam misa akhir tahun di Rutan Maumere, Minggu (31/12/2017) jelang pergantian tahun.

Dikatakan Pater John, manusia harus mengenang kembali segala peristiwa yang telah terjadi. Hal itu dibutuhkan supaya lebih bisa mengenali diri sendiri dan bagaimana bisa menangapi peristiwa yang terjadi guna menapaki langkah hidup selanjutnya. “Banyak yang terjadi dalam keluarga kita. Kelahiran, sakit dan kematian mewarnai hidup kita.Kita harus bertanya siapakah saya, apakah saya siap menghadapi 2018?,” tegasnya.
Dengan mengenang peristiwa yang telah terjadi akan memunculkan pertanyaan apakah Tuhan hadir selama perjalanan hidup kita semua selama 12 bulan di tahun 2017? Apakah kita ingin Tuhan juga menyertai langkah kita selama 12 bulan ke depan di tahun 2018?
“Meski seseorang dipenjara bukan berarti Tuhan meninggalkan dia sebab Tuhan selalu ada bersamanya di dalam Rutan, selalu mendampingi kita semua dimanapun kita berada,” ungkapnya.
Salah seorang warga binaan Rutan Maumere Edy Janggu yang ditemui Cendana News usai misa mengatakan, sangat bersyukur atas segala peristiwa yang terjadi selama tahun 2017 Maumere. Tidak ada peristiwa besar yang terjadi seperti pertikaian dan keributan antara sesame warga binaan.
Edy menyebutkan, meski ada pergantian kepala Rutan namun kebijakan yang terjadi antara dua pejabat tidak jauh berbeda. Para warga binaan tetap bisa melakukan aktifitas keseharian mereka seperti biasa termasuk menyalurkan bakat masing-masing.
“Memang selama tahun 2017 ada banyak perubahan yang terjadi termasuk perbaikan sel dan pengecatan semua banguna di dalam Rutan. Taman-taman pun lebih tertata rapi dan sesama warga binaan pun saling menjaga tali silahturahmi dan saling menghargai,’ tuturnya.
Edy berharap, agar pegawai Rutan yang baru menggantikan enam pegawai yang telah pensiun bisa memilik perilaku yang baik seperti pegawai terdahulu. Bisa menjalin komunikasi yang baik dengan warga binaan dan tidak bersikap arogan.
“Kita berharap Tuhan membimbing langkah kita agar selama tahun 2018 bisa menjadi tahun yang penuh rahmat, tahun yang penuh sukacita dan keberhasilan bagi keluarga kita semua,” harapnya.