BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher mengaku bangga dengan etnis sunda saat ini yang sudah berhasil mendobrak istilah “Kurung Batokeun” (tidak berani ke luar rumah untuk merantau/istilah dalam bahasa Indonesia Katak Dalam Tempurung).
“Kalau saya ketemu dengan gubernur atau wakil gubernur daerah lain, mereka selalu bilang orang sunda itu baik-baik, alhamdulillah orang sunda sekarang sudah tidak lagi ‘kurung batokeun’. Saya melihat orang sunda sekarang sudah jauh lebih berani untuk mengembara,” kata Aher pada acara Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Jambi Etnis Sunda “Sunda Ngumbara” Provinsi Jambi, di Aula RRI Jambi, Jumat (19/1) malam.
Ia menuturkan saat orang sunda merantau ke sebuah daerah mereka bisa berbaur atau menyatu dengan etnis lain, hal tersebut tidak terlepas dari pepatah silih asah, silih asih dan silih asuh. “Alhamdulillah kita etnis sunda itu selalu menyatu dengan etnis lain. Etnis sunda punya sasanti (peribahasa) silih asah, silih asih, silih asuh dan someah hade ka semah (ramah kepada tamu),” kata dia.
Dihadapan warga Jambi asal Jawa Barat, Gubernur Aher menyampaikan sejumlah pesan seperti ia mengimbau agar etnis sunda di Provinsi Jambi bisa mencari kemajuan bersama-sama warga Jambi lainnya untuk memajukan daerah tersebut dan hal tersebut dinilainya menjadi sebuah kewajiban bagi warga sunda yang merantau.
“Dan biasanya orang yang merantau lebih maju dibandingkan ketika saat ini belum merantau. Oleh karena itu saya berpesan kepada orang Jambil asal Jawa Barat yang sukses jangan dulu pulang lagi ke Jabar karena Jabar sudah sempit. Sepanjang agama, pendiikan dan ekonominya terjaga, jangan dulu pulang. Jambi yang luas wilayahnya lebih besar daripada Jabar, jumlah penduduknya hanya 3 juta jiwa, sedangkan Jabar mencapai 43 juta jiwa,” kata dia.
Menurut dia, semakin seringnya etnis sunda menjalin silahturahmi dengan etnis lain maka hal tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membuka pintu rejeki. “Silaturahim itu pembuka kemajuan, silaturahim itu pembuka rejeki karena saat kita berkumpul bisa jadi ada peluang bisnis atau dengan bersilaturahim Allah SWT membukakan pintu rejeki seseorang,” kata Aher.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Masyarakat Urang Sunda Ngumbara A Jaka Bandung menuturkan ada 220 warga Jambi asal Jawa Barat yang dikukuhkan sebagai pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Jambi Etnis Sunda.
“Kepengurusan di Jambi ini adalah kepengurusan 22 yang dikukuhkan oleh kami, alhamdulillah dari Aceh hingga ujung Papua kita sudah mengukuhkan kepengurusan tingkat provinsinya,” kata A Jaka.
Menurut dia, etnis sunda yang merantau paling banyak terdapat di Provinsi Lampung yakni mencapai sekitar 350 ribu jiwa. “Di Lampung itu bahkan ada dua kecamatan yang isinya ternyata orang sunda yang merantau dan menjadi penduduk di sana,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar mengakui bahwa warga Jambi asal Jawa Barat terkenal dengan sosok yang ramah dan lemah lembut.
“Pak Aher tadi bilang orang sunda itu ‘someah’ (ramah) itu memang benar demikian bahwa suara orang sunda itu ketika berkomunikasi dengan kami itu tidak terdengar karena suaranya halus dan lembuh, beda dengan kami kalau berkomunikasi,” kata Wagub Jambi.
Ia juga menyambut baik dengan dikukuhkan 220 warganya yang menjadi pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Jambi Etnis Sunda.[Ant]