2017, Realisasi Penerimaan PKB Kudus Lampaui Target

KUDUS – Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD)/Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) selama 2017 mencapai Rp121,5 miliar atau 102,8 persen dari target.

“Adapun target penerimaan PKB selama 2017 sebesar Rp118,16 miliar,” kata Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kabupaten Kudus Wibowo di Kudus, Rabu.

Dengan pencapaian tersebut, dia menyampaikan terima kasihnya kepada wajib pajak karena telah bersedia membayar PKB tepat waktu.

Ia mengakui, secara bertahap tingkat kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak kendaraannya memang semakin meningkat.

Hal itu, lanjut dia, dibuktikan dengan tingkat realisasi penerimaan pajak yang bisa melampaui target.

Dalam rangka meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor, kata dia, Pemprov Jateng memang melaksanakan sejumlah program, seperti bebas bea balik nama dan denda pajak.

UP3AD Kudus juga menggandeng Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 0722/Kudus untuk mengingatkan penunggak PKB agar segera melunasinya.

“Kerja sama tersebut memang belum bisa diukur signifikansinya terhadap pengurangan tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor, mengingat kerja sama baru dimulai sebulan lalu,” ujarnya.

Ia memperkirakan hasilnya baru bisa diketahui pada tahun 2018, karena wajib pajak yang mendapatkan pemberitahuan dari Babinsa tentu ada yang tidak langsung membayar.

Upaya lain untuk meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor, UP3AD Kudus juga mendekatkan layanan kepada masyarakat dengan menyediakan mobil pembayaran pajak kendaraan keliling, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor UP3AD Kudus.

Bahkan, UP3AD Kudus juga melakukan aksi jemput bola dengan unit layanan “Samsat Siaga” yang bisa melayani pembayaran pajak kendaraan hingga tingkat pedesaan.

Adapun jumlah potensi objek pajak kendaraan bermotor di Kudus hingga kini mencapai 405.000 unit kendaraan.

Dari ratusan ribu objek tersebut, sekitar 80 persen lebih merupakan objek kendaraan roda dua, sedangkan selebihnya merupakan kendaraan roda empat untuk berbagai jenis kendaraan. (Ant)

Lihat juga...