YOGYAKARTA – Sebanyak 19 atlet paralympiade asal DIY ambil bagian dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas). Atlet paralympiade yang dipersiapkan menghadapi Asian Para Games 2018, bakal mengikuti pelatnas selama sembilan bulan di Solo, Jawa Tengah.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) DIY, Hariyanto, mengatakan, 19 atlet paralympiade yang dikirim dalam pelatnas akan berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga. Antara lain catur, tenis kursi roda, menembak, goal ball, voli duduk, panahan dan tenis meja.
Para atlet itu juga akan berpartisipasi di sejumlah cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan, seperti anggar kursi roda, lawn ball, basket kursi roda, paracycling, dan bocia.
“Seluruhnya ada 19 atlet paralimpiade asal DIY yang berpartisipasi. Dari 18 cabang olahraga secara keseluruhan, kita kirim atlet untuk 12 cabang olahraga,” kata Hariyanto, Kamis (11/1/2018).
Menurut Hariyanto, pelatnas akan berlangsung selama sembilan bulan. Dalam prosesnya nanti, pelatnas memberlakukan sistem promosi degradasi. Sehingga atlet yang mengikuti pelatnas tersebut akan dilihat progresnya hingga menjelang Asian Para Games.
“Harapan kami ada atlet DIY yang dipromosikan, kami juga berharap tidak ada atlet DIY yang sudah di pelatnas tapi kemudian terdegradasi,” katanya.
Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Eddy Wahyudi mengatakan, DIY cukup berhasil karena dari total 18 cabor yang dipertandingkan di Asian Para Games, 12 di antaranya berhasil diisi atlet DIY. Termasuk penyumbang tiga emas dan satu perak untuk Indonesia pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur di cabor catur, Gayuh Satrio.
Dari 19 atlet yang mengikuti pelatnas, Suwono akan turun di cabor anggar kursiroda, Gayuh Satrio (Catur), Sujadi dan Sukiman (lawn ball), Ndaru Patma Putri dan Nurdin (tenis kursi roda), Sutriaji (menembak), Riska Nur Safitri dan Aulia Rachmi (goal ball), dan Dwi Hajiyanto (tenis meja).
Kemudian Danu Kuswantoro, Daryoko, Arifin Risman, dan Yulianto akan turun di cabor basket kursi roda, Nur Fendi (balap sepeda), Gamas Adi Prasetyo, Fendi Norapandaya (bocia), Sudartatik (voli duduk), dan V Ninik Umardyani (panahan).