UNIPA, LANAL dan SAR Maumere, Tanam Pohon di Pesisir Pantai
MAUMERE – Guna mencegah terjadinya abrasi yang terus melanda pesisir pantai selatan Desa Khorobera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Fakultas Pertanian Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere menggandeng TNI AL Lanal Maumere dan SAR melakukan penanaman pohon.
“Penanaman pohon dilakukan di pesisir pantai di Dusun Wara, Desa Khorobera, dengan menanam pohon Sukun, Waru dan Ketapang. Kegiatan ini dilakukan agar pesisir pantai bisa terhindar dari ancaman abrasi yang terus melanda wilayah ini,” sebut Gabriel Otan Apelabi, ST., MT., dosen Fakultas Pertanian Unipa Maumere.

Gabriel saat ditanyai Cendana News Senin (4/12/2017) sore di kampusnya, menjelaskan, pohon yang ditanam tersebut bibitnya mudah diperoleh dan selama ini tumbuh di pesisir pantai. Namun, pohon ini sudah banyak yang tumbang dan masyarakat juga belum sadar tentang pentingnya tanaman ini sebagi penahan abrasi.
“Masyarakat di dusun ini banyak berprofesi sebagai nelayan dan bermukim di pesisir pantai, sehingga kami juga mengajak Lanal Maumere dan SAR Maumere untuk menyosialisasikan program dan kegiatan yang berkaitan dengan laut dan keselamatan pelayaran,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, masyarakat Desa Khorobera juga saat kegiatan sejak 24 sampai 26 November 2017 tersebut diajarkan tentang pembuatan briket dari bahan sekam padi. Masyarakat yang awalnya tidak paham mulai sadar, ternyata bahan yang selama ini melimpah ruah di desa mereka bisa dipakai sebagai bahan bakar.
“Kendalanya memang masyarakat belum memiliki kompor briket untuk dipakai memasak dalam waktu yang lama. Namun, dengan adanya pelatihan awal ini ke depannya kami sudah menggandeng pihak desa untuk melakukan pelatihan lanjutan terkait dengan briket ini sekaligus penyediaan kompornya,” tuturnya.
Danlanal Maumere, Kolonel Marinir Sumantri, menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya selain melakukan penanaman pohon juga memberikan sosialisasi terkait peran dan fungsi Angkatan Laut dalam menjaga perairan.
Lanal Maumere juga memberikan sosialisasi dan imbauan terkait aktivitas penangkapan ikan yang ramah lingkungan dengan tidak menggunakan bahan berbahaya seperti bom dan potasium serta alat tangkap yang dilarang.
“Kami juga menjelaskan kepada masyarakat tentang bagaimana proses menjadi prajurit TNI Angkatan Laut dan mengimbau agar para pemuda yang tertarik bisa ikut proses seleksi yang sedang dibuka,” ungkapnya.
Kepala Desa Khorobera Darius We’u yang dihubungi Cendana News Senin (4/12/2017) malam menyebutkan, dari pihak SAR Maumere dilakukan sosialisasi tentang proses penyelamatan saat terjadinya kecelakaan di laut serta darat.
Dengan adanya kegiatan ini, kata Darius, masyarakat bisa lebih mencintai lingkungan serta memahami peran dan fungsi TNI AL serta SAR Maumere. Bila terjadi kecelakaan, maka bisa segera menghubungi pihak SAR agar bisa dilakukan upaya penyelamatan lebih lanjut.
“Kehadiran fakultas Pertanian Unipa, Lanal Maumere dan SAR Maumere juga memberi motivasi kepada para orang tua dan anak-anak di desa kami untuk menempuh pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Juga mengajak generasi muda kami untuk menjadi petani yang sukses serta bisa berkarya menjadi prajurit TNI AL dan pegawai SAR,” pungkasnya.