Tak Representatif, Mess Pemain PSS Bakal Dipindah

SLEMAN – Manajemen baru PSS Sleman bergerak cepat menyiapkan tim menghadapi kompetisi musim depan. Selain tim, sarana pendukung turut menjadi sasaran persiapan. Salah satunya menyediakan mess pemain yang lebih representatif.

Mess pemain PSS yang selama ini menggunakan beberapa ruang di kompleks Stadion Maguwoharjo, Sleman, dinilai tidak representatif. Karena itu, manajemen ‘Super Elang Jawa Tengah’ bersiap memindahkan mess ke lokasi yang lebih baik.

“Mess yang sekarang kurang menunjang kondisi pemain. Perlu ada perbaikan, agar kondisi para pemain lebih optimal,” ucap Manajer PSS, Baryadi, Selasa (5/12/2017).

Keinginan Baryadi cukup beralasan. Apalagi, ia juga pernah menjadi manajer kontestan Liga 1, Sriwijaya FC. Sehingga warga Purwobinangun, Pakem, Sleman paham betul mess seperti apa yang ideal untuk para pemain yang disiapkan guna memuluskan target promosi Liga 1.

Saat ini, PSS menggunakan beberapa ruang di lantai 3 Stadion Maguwoharjo sebagai mess. Setiap ruang ditempati delapan pemain Super Elang Jawa. Itu pun harus ditebus dengan biaya sewa yang lumayan. Dalam setahun, PSS harus membayar Rp14,4 juta untuk setiap kamar.

“Satu ruangan dipakai untuk delapan orang, kapan mau istirahat? Mau tidur tidak bisa, karena masih diajak ngobrol temannya. Jadinya tidak kondusif. Terlalu banyak pemain di satu kamar juga malah seperti tempat pengungsian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Baryadi menjelaskan, manajemen pun tengah berusaha mencari lokasi yang representatif digunakan untuk mess pemain. “Bukan membangun, ini masih dicari lokasinya. Pak Sis (Sismantoro, asisten manajer PSS Sleman) yang cari lokasinya,” papar dia.

Sementara itu, dua hari terakhir PSS telah menjalani latihan persiapan menyambut laga eksibisi kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo akhir pekan ini. Di hari pertama (4/12) lalu, baru sembilan pemain yang berlatih di bawah asuhan Seto Nurdiyantoro.  Mereka yakni Chandra Lukmana, Wahyu Sukarta, Muhammad Zamzani, Gratheo Hadi, Vicky Aditya, Busari, Angga Setiawan, Dani Pratama dan Habib.

“Persiapan mungkin hanya sampai Kamis. Awalnya, kami ingin enam kali latihan, tapi pertimbangan psikis yang kami dahulukan dibandingkan fisik. Kami ingin anak-anak bisa senang dan tidak terbebani,” tandas Seto Nurdiantoro.

Mengingat waktu persiapan yang tidak banyak, mantan pelatih PSIM Jogja itu akan memadatkan materi latihan. Yakni, kombinasi antara teknik, taktik dan fisik. Terutama mengenai meningkatkan posesion football, agar tidak terlalu timpang menghadapi Persebaya.

Lihat juga...