Ratusan Warga Blokir Akses Jalan Tol Batang

BATANG – Ratusan warga Desa Masin, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memblokir akses lintasan jalan Tol Batang-Pemalang, Minggu (3/12/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Aksi pemblokiran akses lintasan jalan Tol Batang-Pemalang tersebut dipicu adanya kasus kecelakaan antara sepeda motor G 5611 CC dengan truk pengangkut tanah H 1365 NW yang diduga milik PT Waskita. Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor Maulida Arifinai (19), warga Desa Masing meninggal dunia.

Massa yang sudah sejak lama memendam kekesalan terhadap angkutan truk PT Waskita yang sering dianggal ugal-ugalan merasa tidak terima dengan adanya kasus kecelakaan tersebut. Terlebih yang menjadi korban meninggal dunia adalah warga desa setempat.

Warga akhirnya menjungkirbalikan sebuah mobil H 1724 NY milik PT Waskita di proyek pembangunan jalan tol tersebut. Satu truk pengangkut tanah didorong ke tengah lintasan jalan Desa Masin untuk dirobohkan. Personel Polres Batang yang datang ke lokasi kejadian, tidak mampu mencegah aksi massa itu sehingga akses jalan itu ditutup.

Kakak korban, Rofik mengatakan kasus kecelakaan itu berawal saat sebuah truk H 1365 NW memotong jalur lintasan Masin-Pekalongan menuju jalan tol. Saat itu truk pengangkut tanah tidak kuat menanjak sehingga truk mundur. Bersamaan dengan kejadian tersebut muncul sepeda motor yang dikendarai oleh Maulida sehingga truk menabrak korban hingga masuk ke kolong truk.

“Masa yang sudah lama memendam rasa kesal akhirnya merobohkan sebuah mobil di jalur tol yang berada di dekat permukiman Desa Masin. Adapun truk berusaha dirobohkan tetapi tidak berhasil. Kami merasa jengkel karena sopir truk juga melarikan diri,” ujar Rofik.

Kasat Lantas Polres Batang, AKP Adiel Aristo mengatakan bahwa polisi sudah mengamankan pengemudi truk yang diduga menabrak seorang warga Desa Masin tersebut. “Kami berharap pada warga Desa Masin tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang melawan hukum agar proses kasus kecelakaan itu bisa secepatnya diselesaikan,” katanya.

Hingga Minggu (3/12/2017) pukul 23.50 WIB, Kerumunan massa tampak masih berada di tempat kejadian perkara sambil berusaha merobohkan truk itu secara beramai-ramai. (Ant)

Lihat juga...