Informasi Bendungan Gonggang Jebol Dipastikan Sebagai Hoax
MAGETAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menyatakan infoformasi jebolnya Bendungan Gonggang di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur adalah kabar bohong atau hoax. BPBD Magetan memastikan kondisi bendungan masih normal dan tidak ada tanda-tanda jebol seperti informasi yang tersebar melalui media sosial.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra mengatakan, beredar berita bohong di masyarakat yang menyebutkan Bendungan Gonggang jebol dan mengakibatkan banjir besar.
“Kami banyak menerima informasi dari masyarakat tentang Bendungan Gonggang yang dikabarkan meluap hingga tanggulnya jebol. Bahkan disebutkan jebolnya tanggul bendungan mengakibatkan sungai di wilayah Parang banjir hingga mencapai ketinggian delapan meter. Semua itu hoax, karena kenyataannya Bendungan Gonggang masih normal dan aman,” ujar Fery, Senin (4/12/2017).
Masyarakat dihimbau agar tidak mudah percaya dengan hoax yang banyak bertebaran di media sosial. BPBD dipastikannya, bila sewaktu-waktu memang terjadi bencana apapun akan menginformasikan melalui media sosial resmi milik lembaga tersebut. Dia menyayangkan masih banyak masyarakat yang mudah percaya terhadap berita bohong dan langsung membagikan kabar bohong itu melalui media sosial.
Dihubungi terpisah, petugas Bendungan Gonggang, Anis Hidayat mengatakan, selama ini belum pernah permukaan air Bendungan Gonggang meluap hingga meluber ke atas tanggul. “Selama ini air bendungan masih melewati speelway menuju saluran ke sungai secara normal. Elevasi muka air dikatakan banjir bila telah mencapai dua setengah meter di atas permukaan speelway. Jadi selama ini Bendungan Gonggang masih dalam keadaan normal,” jelas Anis.
Dibagian lain BPBD Kabupaten Magetan mendirikan Posko Darurat Bencana di lapangan Desa Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Posko tersebut sebagai persiapan guna mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam di kawasan lereng Gunung Lawu terjadi.
“Kami bersama teman-teman dari TNI dan Polri mendirikan posko di lapangan Desa Poncol yang merupakan titik tengah wilayah rawan bencana tanah longsor, angin kencang maupun banjir bandang,” jelas Fery.
Menurut Fery, di wilayah Kabupaten Magetan terdapat tiga kecamatan yang rawan bencana longsor. Yaitu Poncol, Plaosan dan Parang. Di Kecamatan Poncol wilayah rawan longsor berada di Desa Gonggang, Alastuwo, Plangkrongan, dan Genilangit. Di Kecamatan Plaosan meliputi Kelurahan Sarangan, Desa Ngancar, dan Puntukdoro. Sedangkan di Kecamatan Parang meliputi Desa Nglopang dan Sayutan.
Selain wilayah rawan longsor tersebut, Fery menyebutkan, juga sering terjadi hujan dan angin yang mengakibatkan longsor disertai pohon tumpang di tepi jalur Magetan-Karanganyar. “Posko ini kita tempatkan di titik tengah dari wilayah yang rawan bencana itu. Sehingga bila sewaktu-waktu terjadi bencana, kita bisa bergerak cepat untuk melakukan penanganan,” tambah Fery.
Di posko darurat bencana yang akan siaga mulai tanggal 1 hingga 31 Desember tersebut disiapkan sejumlah peralatan penanganan bencana. Antara lain, gergaji mesin, sabit, cangkul, gerobak, skop, sepatu bot, tali carmantel, alat komunikasi, jas hujan, pelampung, dan kantong mayat.
“Selain itu kita sediakan juga peralatan pendukung, antara lain dua motor trail, truk tangki, sepeda motor roda tiga, dump, dan pikap. Juga kamera anti air, GPS gunung dan darat, serta kompas darat. Satu unit “rig handy talky” dan dua unit “handy talky mobile”,” pungkas Fery. (Ant)