Begini Peran Koperasi Simpan Pinjam bagi Ekonomi Rakyat
PADANG – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sumatera Barat Zirma Yusri mengatakan, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) memiliki peran terhadap pengembangan kegiatan ekonomi produktif.
Ia menyebutkan, peran KSP dapat dilihat pada turut memberikan pemodalan untuk pengembangan usaha masyarakat mulai dari mikro hingga ke usaha menengah. Selain menjadi pendongkrak bagi pelaku usaha, KSP juga menjadi tempat penyimpanan uang bagi pelaku usaha.
“Sajauh ini KSP memang menjadi harapan bagi pelaku usaha. Hal ini dikarenakan, untuk meminjam modal usaha di KSP, tidak serumit yang pada pada pihak perbankan, seperti angunan dan jaminan lainnya,” jelasnya, Selasa (5/12/2017).
Dikatakannya, rata-rata cukup banyak KSP memberikan modal usaha dengan jaminan bersifat sosial. Seperti KSP memberikan pinjaman modal usaha dengan modal kepercayaan terhadap pelaku usaha, melalui kelompok.

“Pelaku usaha membentuk sebuah kelompok kecil. Jadi, dari sana KSP akan turut memberikan pinjaman modal usaha. Namun, ada juga KSP yang memberikan pinjaman modal usaha dengan jaminan yang ditentukan,” ucapnya.
Ia mengaku, dengan adanya peran KSP, pertumbuhan UMKM di Sumbar cukup besar, buktinya hingga sekarang ada 500 ribu lebih pelaku UMKM di Sumbar dengan berbagai jenis usaha yang dijalani.
Menurutnya, peran KSP itu juga sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk memberdayakan koperasi dalam menghadapi perkembangan ekonomi nasional dan global, atau disebut juga dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Sementara itu, Manager Tabur Puja Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang, Padang, Sumatera Barat, Indra menjelaskan, terhitung sejak Mei 2014 lalu dan hingga 31 Oktober 2017 ini, ada sekira 6.600 masyarakat yang menjadi penikmat pinjaman modal usaha dari Tabur Puja.
Dari jumlah tersebut, sebagian besarnya adalah masyarakat yang menjalani usaha, mulai dari usaha mikro dan kecil yang mencapai 6.224 pelaku usaha. Sedangkan sisanya, 376 merupakan masyarakat yang bergerak di bidang pertanian dan perikanan.
“Secara keseluruhan jumlahnya 6.600 masyarakat yang menikmati pinjaman modal usaha ke Tabur. Namun tidak dapat dipungkiri, yang bergerak di bidang usaha baru dan usaha kerajinan serta home industry paling dominan mendapatkan pinjaman modal usaha,” katanya.
Usaha masyarakat seperti pedagang terbilang tumbuh sangat besar seiring hadirnya Tabur Puja. Terbukti jumlah pedagang yang mendapat pinjaman modal usaha mencapai angka 4.628 orang. Disusul bidang kerajinan dan industri ada sebanyak 481 orang, dan begitu juga untuk usaha baru yang merupakan usaha mikro terbilang cukup besar yakni mencapai 1.085 usaha.
Menurutnya, dari 6.224 pelaku usaha tumbuh selama kurang lebih empat tahun terakhir, merupakan sebuah capaian yang luar biasa. Karena, target dari Tabur Puja ialah membantu masyarakat yang tergolong kurang mampu atau prasejahtera. Mewujudkan sebuah impian masyarakat tergolong kurang mampu untuk membuka usaha, adalah hal yang paling besar dilakukan.
Dengan banyak tumbuh pelaku usaha yang dijalani oleh orang yang tergolong kurang mampu atau prasejahtera, turut memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat. “Sebelumnya hanya duduk di rumah, sekarang dengan adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, sudah bisa memiliki usaha. Artinya, melalui Tabur Puja turut membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, terutama di Kota Padang,” ungkapnya.
Manager Tabur Puja yang berbadan tinggi ini menilai, kehadiran Tabur Puja untuk membantu perekonomian masyarakat yang tergolong kurang mampu atau pra, melalui pinjaman lunak Skim Tabur Puja tersebut, bukan untuk berbicara soal keuntungan.
“Di Tabur Puja ini tidak ada jaminan yang berarti untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Jaminannya hanya bersifat sosial, yakni kepercayaan yang diberikan Posdaya kepada masyarakat tersebut,” katanya.