Truk Terguling di Perbatasan Solo-Karanganyar Sebabkan Kemacetan Panjang

SOLO — Kecelakaan tunggal terjadi di perbatasan Kabupupaten Karanganyar dengan Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (18/11/2017) pagi dini hari. Sebuah truk besar ekspedisi yang penuh muatan terguling di jalur Solo-Jawa Timur hingga menyebabkan kemacetan panjang.

Baca juga: Antisipasi Kecelakaan, PT KAI Sosialisasikan Keselamatan Kereta Api

Kecelakaan truk dengan Napol AE 8261 UB terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat perjalanan dari Solo menuju Ngawi, Jawa Timur. Truk yang dikemudikan oleh Andri Santoso itu menghindari senggolan dengan Bus AKAP yang berusaha mendahului dari sisi kanannya. Sang sopir akhirnya membanting stir ke kiri hingga menabrak pembatas jalan.

Truk yang dikendarai seorang diri itu baru berhenti setelah menabrak sebuah pohon dengan ukuran cukup besar hingga roboh. Kencangnya tabrakan terlihat dari kerusakan yang sangat parah di bagian kepala truk. Bahkan, as kedua roda depan truk itu sampai lepas.

Dari pengakuan sopir, dirinya saat kejadian tidak mengantuk, karena baru saja melakukan perjalanan dari kantor ekspedisi yang ada di Solo.

“Saya itu dikres oleh bus yang melaju dengan cepat. Karena khawatir terserempet, saya banting stir ke kiri dan malah nabrak pembatas jalan dan pohon,” kata Andri yang tengah istirahat di pinggir jalan kepada Cendana News, Sabtu (18/11).

Kanitlaka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno/Foto: Harun Alrosid

Beruntung, kata Andri, saat kecelakaan terjadi kondisi laluintas masih sepi sehingga tidak ada kendaraan lain yang ikut menjadi korban. Kencangnya benturan kecelakaan sempat membuat ia tak sadarkan diri.

“Baru setelah warga ramai-ramai ingin menolong, saya sadar jika terjadi kecelakaan,” lanjut dia.

Kecelakaan tunggal yang terjadi tepat di seberang jembatan Sungai Bengawan Solo itu hanya membuat dirinya luka ringan. Kedua tangan mengalami lecet-lecet, serta kepalanya yang merasa pusing karena terbentur.
Kendati demikian, kondisi truk yang terguling memenuhi badang jalan membuat akses lalulintas mati seketika.

Baca juga: Setya Novanto Dipindahkan ke RSCM

Petugas kepolisian dari Karanganyar berusaha mengurai kemacetan panjang. Bahkan, dari pantauan Cendana News, kemacetan terjadi sepanjang dua kilometer, mulai dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) sampai setelah Flay Over Palur, Jaten, Karanganyar.

Untuk antisispasi kemacetan semakin parah, petugas kepolisian akhirnya menerapkan contra flow, yakni jalur yang seharusnya hanya satu, diubah menjadi dua arah. Meski begitu, tingginya arus lalulintas jalur Solo-Ngawi, karena bertepatan dengan jam kerja maupun akhir pekan, membuat kemacetan arus lalulintas sulit terurai.

“Karena padatnya kendaraan akhirnya kita berlakukan contra flow. Dalam evakuasi kendaraan kita juga terkendala alatnya. Mobil derek tengah evakuasi juga, sementara untuk crine juga baru datang,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno.

Kemacetan panjang terjadi di jembatan Sungai Bengawan Solo (Jurug) akibat kecelakaan tunggal/Foto: Harun Alrosid

Tidak adanya alat yang memadai ini membuat evakuasi bangai mobil berlangsung cukup lama. Bahkan, hampir 4 jam lebih, evakuasi truk tersebut belum bisa tuntas. Sementara kemacetan terus mengular sepanang jalan Solo-Ngawi.

“Kita imbau kalau bisa, hindari jalan yang akan mengarah ke titik macet ini. Karena evakuasi masih menunggu mobil derek,” tambahnya.

Lihat juga...