Topan Damrey Tewaskan Sedikit 19 Orang di Vietnam

HANOI – 19 orang  dinyatakan tewas di Vietnam tengah dan selatan setelah Negara tersebut dihempas Topan Damrey, Sabtu (4/11/2017). Topan Damrey tercatat memasuki wilayah Vietnam pada Sabtu pagi sekira pukul 04.00 waktu setempat.

Topan yang memiliki kecepatan angin hingga 90 kilometer perjam tersebut tercatat menyapu Vietnam beberapa hari menjelang pertemuan puncak pemimpin Asia-Pasifik. Dilaporkan sedikitnya 1.000 atap rumah hancur dihempas angin, dan ratusan pohon dan tiang listrik roboh.

“Sedikit-dikitnya 12 orang hilang dan lebih dari 370 rumah ambruk. Lebih dari 33.000 orang diungsikan,” kata Komite Pencarian dan Penyelamatan Negara Komunis tersebut.

Pemerintah Vietnam menyebut, ada enam kapal terbalik di Laut Cina Selatan akibat diterjang Topan Damrey. Kapal tersebut dilaporkan mengangkut 61 orang di dalamnya dan hanya 25 orang yang bisa diselamatkan. Sementara untuk korban lain tidak dijelaskan kemungkinan nasibnya.

Topan tersebut mendarat di dekat kota Nha Trang, yang berjarak sekitar 500 kilometer selatan dari kota pesisir Danang, di mana pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) akan berlangsung minggu depan.

Terdapat beberapa laporan angin kencang dan hujan di Danang, namun tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa. Kota tersebut akan menjadi tuan rumah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin dan perwakilan dari anggota APEC lainnya.

Topan itu bergerak dari daerah pesisir menuju daerah perkebunan kopi utama dari produsen biji kopi robusta terbesar di dunia. Para pedagang memperkirakan topan akan membuat penundaan masa panen, namun tidak jelas apakah topan apakah akan merusak panen.

Pemerintah setempat mengatakan lebih dari 40.000 hektar tanaman telah rusak, termasuk tebu, sawah dan perkebunan karet. Lebih dari 40 penerbangan dibatalkan. Sebelumnya, banjir di Vietnam telah menewaskan lebih dari 80 orang di Vietnam utara.

Sementara topan mendatangkan malapetaka di provinsi tengah pada September. Negara berpenduduk lebih dari 90 juta orang itu rentan terhadap badai dan banjir karena garis pantainya panjang.

Terpisah sebelumnya, Pemerintah Kamboja pada Jumat (3/11/2017) mengumumkan 11 dari 25 provinsi dan kota di negeri tersebut akan diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat mulai 4 November akibat dari Topan Tropis Damrey.

“Topan Damrey terbentuk di Laut China Selatan dan diperkirakan bertambah kuat hingga menjadi Topan Kategori 1 ketika topan tersebut memasuki garis pantai Vietnam Selatan pada malam hari 4 November,” kata Menteri Sumber Daya Air dan Meteorologi Kamboja, Lim Kean Hor di dalam sebuah pernyataan.

Kean Hor menyebut, fenomena ini akan mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang-sampai-lebat. Sementara angin  berhembus dengan kecepatan dari delapan sampai 12 meter per detik di 11 povinsi dan kota besar Kamboja. Gangguan alam tersebut dimungkinkan terjadi antar 4-6 November.

Provinsi dan kota yang terpengaruh meliputi Phom Penh, Kandal, Kampong Speu, Kampong Chhnang, Kampot, Kep, Preah Sihanouk, Svay Rieng, Prey Veng, Thoung Khmum, dan Kampong Thom. Menteri juga menyarankan warga, terutama nelayan dan orang yang bepergian melalui laut, agar lebih berhati-hati dan menghindari bahaya yang mungkin muncul. (Ant)

Lihat juga...