Tingkatkan Kompetensi, PP FPTI Gelar Kursus Pelatih Level 1
YOGYAKARTA –– Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menggelar kursus pelatih level 1 selama empat hari di Yogyakarta (31/10 -3/11/2017). Kursus yang baru pertama kali digelar bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih panjat tebing.
“Ada 67 peserta yang mengikuti kursus pelatih level 1. Mereka berasal dari berbagai daerah, kecuali Indonesia Timur karena untuk wilayah itu akan kami gelar tersendiri, pekan depan,” ucap Carly Setyawan, Kabid Binpres PP FPTI, Jumat (3/11/2017) pagi.
Syarat untuk bisa mengikuti kursus, kata Carly, adalah harus pernah menjadi atlet atau pelatih. Namun yang utama adalah pernah menjadi atlet panjat tebing, di level apa pun, tidak menjadi persoalan. Jika belum pernah keduanya, maka harus mengikuti pelatihan pralevel terlebih dulu.
Carly menjelaskan, materi kursus pelatih level 1 terdiri dari teori dan praktik. Meski begitu, pihaknya berupaya agar materi kursus lebih banyak pada aspek praktik. “Kami upayakan lebih banyak praktik agar yang disampaikan lebih praktis dan mudah diteruskan,” terangnya.
Melalui kursus pelatih level 1, PP FPTI, lanjut Carly, ingin meningkatkan kompetensi pada beberapa area kompetensi seorang pelatih level 1. Di antaranya, pemahaman tentang model pembinaan atlet jangka panjang. Kemudian materi yang berkaitan dengan hal lain di seputar panjat tebing, seperti safety procedure, subsystem keamanan dan masih banyak lagi.
Melalui kursus, kata dia, pihaknya juga ingin agar pelatih bisa menyusun program. Kemudiaan pelatih baru memperhatikan area kompetensi lain , melatih bagaimana menjadi pemanjat tebing.
“Jadi seorang pelatih harus tahu bagaimana mengukur stamina dan lain-lain. Sehingga dia bisa mengukur latihan seperti apa yang dibutuhkan,” katanya.
Carly menambahkan, guna memaksimalkan materi di kelas dalam praktik di lapangan, maka dibuat micro coaching atau peer coaching. Di sini, setap peserta akan mengambil peran baik sebagai pelatih maupun atlet secara bersamaan. Sehingga, masing-masing dapat saling mengkritisi dan melengkapi.
“Setiap orang memiliki tugas berbeda, baik boulder, lead maupun speed. Nah dalam praktik semuanya disatukan, sehingga yang boulder bisa menilai yang speed dan sebaliknya,” pungkasnya.
Sertitikat kursus pelatih level 1 akan digunakan sebagai syarat untuk menjadi pelatih panjat tebing di tingkat kabupaten. Selain itu, disiapkan kursus pelatih level 2 untuk pelatih di tingkat provinsi.
