Sambut Kejurnas, FAJI DIY Bentuk Tim Baru

YOGYAKARTA –– Langkah strategis mulai dilakukan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY. Cabang olahraga yang baru naik satu peringkat itu tengah bersiap membentuk tim baru guna menyambut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jawa Timur, akhir Desember mendatang.

Ketua Umum FAJI DIY, Mulhendra mengatakan, DIY bakal turun di semua kelas yang dipertandingkan pada Kejurnas mendatang. Karena itu, demi meraih hasil maksimal pihaknya menyiapkan beberapa langkah strategis, termasuk membentuk tim baru.

“Kami memasang target tinggi pada Kejurnas Desember mendatang. Karena itu, kami akan membantuk tim baru karena sampai sekarang baru tim putri saja yang dipertahankan. Sedangkan yang lainnya masih belum pasti,” ucap Mulhendra, Rabu (1/11/2017).

Saat ini, kata Mulhendra, pihaknya masih dalam tahap melakukan sosialisasi secara nonformal. Sosialisasi dilakukan kepada pegiat arung jeram yang ada di wilayah DIY. Harapannya, akan terjaring banyak atlet potensial yang siap ambil bagian pada Kejurnas mendatang.

Jika peminatnya banyak, lanjut Mulhendra, maka pihaknya akan melakukan selekti. Namun jika tidak, maka FAJI hanya akan melakukan pendampingan untuk atlet yang siap diberangkatkan. “Sementara ini keberangkatan masih secara swadaya dulu,” terangnya.

Ia menegaskan, tim arung jeram DIY optimistis bisa meraih prestasi lebih baik pada Kejurnas bulan depan. Hasil dari Kejuaraan Dunia di Jepang belum lama ini, cukup memberi suntikan motivasi bagi tim DIY. Apalagi, selepas kejuaraan dunia itu, peringkat FAJI DIY turut terkerek satu strip.

“Di Kejuaraan dunia yang lalu, open women masih jauh dari target. Tapi peringkat kita naik satu strip. Tadinya paling bawah, sekarang kita di urutan 11. Evaluasi kami sejauh ini, karena kurangnya persiapan sehingga kejuaraan di Jepang belum sesuai harapan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada Kejurnas di Jawa Timur tidak semua kelas bisa diambil dengan mudah. Sebab, beberapa daerah seperti Jawa Barat memiliki tim yang cukup solid dan sulit dikalahkan di kelas-kelas tertentu. “Paling berat memang Jawa Barat,” pungkasnya.

 

Lihat juga...