Indeks Kepuasan Haji 2017: Pelayanan di Arafah Kurang Maksimal

JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Syaifuddin bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Suhariyanto saat ini sedang melakukan pertemuan di Kantor BPS Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut membahas hasil survei terkait kepuasan pelayanan pelaksanaan ibadah haji di Mekah dan Madinah, Saudi Arabia 2017.

Menurut keterangan yang disampaikan Suhariyanto saat menggelar jumpa pers menjelaskan bahwa indeks kepuasan pelayanan jemaah haji Indonesia tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen poin atau sebesar 85,85 persen. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan apabila dibandingkan dengan 2016 yang hanya sebesar 83,83 persen.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pelayanan ibadah haji yang dilakukan oleh Kementrian Agama (Kemenag) terus mengalami perbaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun secara keseluruhan mengalami peningkatan. Hanya saja ada beberapa pelayanan yang mengalami penurunan, di antaranya masalah katering, transportasi dan tenda pada saat seluruh jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Berdasarkan survei kepuasan pelayanan ibadah haji, jemaah haji Indonesia mengaku merasa kurang mendapatkan pelayanan yang maksimal pada saat seluruh jemaah haji Indonesia sedang berada di Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Mereka kebanyakan mengeluhkan masalah terkait kendaraan bus, kemudian kualitas makanan dan minuman sera kualitas tenda di Mina yang kurang begitu baik.

“Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) Tahun 2017 atau 1438 Hijriah yaitu sebesar 84,85 persen atau mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen jika dibandingkan dengan IKJHI Tahun 2016 yang hanya sebesar 83,83 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan terkait dengan pelayanan dan kepuasan pelaksanaan ibadah haji yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia,” kata Suhariyanto, Kepala BPS Pusat, Rabu (1/11/2017).

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengaku sangat bersyukur terkait hasil survei terkait dengan pelayanan IKJHI Tahun 2017 atau 1438 Hijriah. Lukman Hakim Syaifuddin mengaku bahwa pihaknya sebenarnya kurang percaya diri atau merasa grogi terkait dengan kualitas pelayanan pelaksanaan ibadah haji tahun 2017.

“Kami sempat merasa cemas dan khawatir,  karena terjadi peningkatan jumlah jemaah haji Indonesia tahun 2017 jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2016 total jumlah jemaah haji Indomesia sekitar 168 ribu, namun pada 2017 jumlah jemaah haji Indonesia mencapai sekitar 221 ribu,” ujar Lukman.

Namun Lukman mengaku lega dan gembira setelah mengetahui bahwa ternyata hasil survei kepuasan pelayanan IKJHI 2017/1438 H yang dirilis oleh BPS Pusat mengalami peningkatan jika dibandingkan IKJHI tahun sebelumnya atau 2016.

Menteri Agama mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh lembaga maupun pihak terkait yang selama ini ikut bekerja sama dengan Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dalam rangka memberikan pelayanan dan peningkatan IKJHI, khususnya tahun 2017.

Perkembangan IKJHI dari tahun ke tahun menurut survei BPS Pusat/Foto: Eko Sulestyono.
Lihat juga...