Relawan Bantu Jambanisasi di Pulau Rimau Balak

LAMPUNG — Upaya mendukung pemerintah kabupaten Lampung Selatan dalam melakukan gerakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). khususnya pencanangan gerakan stop buang air besar sembarangan (BABS) menuju Lampung Selatan bersih pada 2018, relawan literasi ikut bergerak menjangkau wilayah kepulauan.

Radmiadi selaku penggagas perahu pustaka, menyebut kegiatan dilakukan dengan memberikan bantuan water closet (WC) serta sarana untuk pembangunan fasilitas sanitasi di Dusun Gusung Berak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, yang berada di Pulau Rimau Balak. Selain itu melanjutkan pembangunan tempat pendidikan Alquran (TPA) Pulau Rimau Balak yang sebelumnya dalam tahap pembangunan didukung berbagai relawan.

Radmiadi menyebut, pada kedatangannya Oktober lalu sudah dilakukan perehaban pada TPA yang kondisinya sudah memprihatinkan dengan lantai semen hancur, atap asbes bocor, dinding papan hancur dan sebagian sudah direnovasi. Kondisi memprihatinkan tersebut mendapat respon dari relawan dan donatur yang peduli pada kondisi tempat belajar tersebut, di antaranya dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Lampung, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lampung Selatan dengan pemberian bantuan buku, Alquran dan tambahan dana pembangunan fasilitas belajar.

Pemberian sarana closet untuk pembuatan jamban sehat di TPA Pulau Rimau Balak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. [Foto: Henk Widi]
“Kita hendak melakukan kegiatan yang berkelanjutan dan tahap kedua merupakan lanjutan tahap pertama, karena masih kita lihat ada yang kurang setelah kita lakukan pembuatan pojok baca dan perbaikan bangunan TPA, agar anak-anak pulau lebih nyaman belajar ilmu agama,” terang Radmiadi, saat dikonfirmasi Cendana News di dermaga Dusun Gusung Berak, Pulau Rimau Balak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Sabtu (4/11/2017) sore.

Satu perhatian relawan, diakui Radmiadi dilakukan dengan datangnya berbagai relawan literasi lain, di antaranya Jangkar Pustaka, Chips Pustaka, Motor Perahu Pustaka, Tanah Air Pustaka dan sejumlah relawan termasuk anggota Satuan Kepolisian Perairan Polres Lampung Selatan, Direktorat Kepolisian Perairan Baharkam Mabes Polri dan Direktorat Kepolisian Perairan Polda Lampung ke Pulau Rimau Balak.

Pemberian fasilitas WC yang dibangun pada lokasi TPA sebanyak 2 unit diakuinya melihat kondisi sebagian masyarakat yang masih memanfaatkan pantai sebagai lokasi buang air besar, sehingga dengan adanya bantuan jamban sehat selain bisa dipergunakan bagi siswa TPA juga bisa dipergunakan masyarakat di dekat TPA.

Selain itu, sebagian warga masih belum mendapatkan akses air bersih dari sumur dalam yang ada di wilayah tersebut, sehingga harus membeli air galon dari Pulau Sumatera.

Keceriaan anak-anak Pulau Rimau Balak dengan kondisi TPA yang semakin baik pascarenovasi. [Foto: Henk Widi]
Selain fasilitas pembuatan jamban sehat, dalam rencana ke depan bantuan pembuatan bak penampungan air, agar masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak juga akan dilakukan para relawan untuk menciptakan lingkungan yang bersih termasuk pembuatan kotak sampah dari papan kayu yang didatangkan dari Pulau Sumatera.

“Sebanyak dua WC yang kita berikan dipastikan untuk membuat dua jamban sehat menindaklanjuti program sanitasi total berbasis masyarakat sekaligus untuk kebutuhan masyarakat di pulau Rimau Balak”, terang Radmiadi.

Brigadir Kepala, Agung Gde Asmarajaya, anggota Satuan Kepolisian Perairan Polres Lampung Selatan yang sekaligus sebagai pegiat literasi Jangkar Pustaka, menyebut kepedulian pada warga di pulau terpencil bertujuan memberikan perhatian bahwa masyarakat di wilayah tersebut harus menikmati fasilitas yang sama seperti di daratan Pulau Sumatera.

Beberapa bantuan yang diberikan, di antaranya dengan renovasi TPA Pulau Rimau Balak lengkap dengan pembuatan pojok baca dengan bahan bangunan berupa pasir sebanyak 22 karung, papan kayu 20 batang, paku besi 1 kilogram, buku bacaan sekitar 150 buah, alat tulis bagi anak-anak termasuk bantuan Alquran dari Komunitas Pustaka Bergerak Lampung (KPBL) dan komunitas Yamaha Nmax Club Indonesia (YNCI) Lampung Selatan.

Fasilitas yang masih kurang berupa lampu penerangan menggunakan tenaga surya, selanjutnya bahkan akan dilengkapi di TPA tersebut dengan harapan anak-anak bisa belajar bersama sesudah belajar Alquran dengan adanya tambahan buku-buku bacaan anak-anak. Keberadaan buku-buku bacaan yang semakin banyak tersebut diharapkan memberi akses baca dan kegemaran membaca yang baik meski anak anak tersebut berada di kepulauan yang jauh dari Pulau Sumatera.

Lihat juga...