Posyandu Desa Pasuruan Aktifkan Pantau Balita di Berapa Dusun

LAMPUNG — Upaya memantau perkembangan balita di wilayah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan rutin melaksanakan kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu) balita di sebanyak empat posyandu, mulai dari Posyandu Dahlia 1 hingga Posyandu 4.

Menurut Ketua Posyandu Dahlia, Yeni Nunita (40) mengungkapkan saat ini kegiatan Posyandu dilakukan setiap pertengahan bulan di tempat yang sudah ditentukan.

Hingga November terdapat sebanyak 89 balita yang rutin melakukan pemeriksaan di Posyandu Dahlia 3 terdiri dari beberapa, seperti Dusun Sendangsari, Pasuruan Atas, Banyumas dan beberapa dusun yang disatukan.

Sementara saat pemberian imunisasi tertentu seminal BCG harus dilakukan di Posyandu lain secara gabungan untuk memudahkan pemberian imunisasi BCG bersama balita lain. Pemberian imunisasi BCG diakuinya digabungkan dengan pemberian vaksin bagi balita lain biasanya minimal sebanyak 20 balita yang mendapatkan vaksin BCG.

“Para ibu rumah tangga terutama yang memiliki anak balita sudah kami beri jadwal sehingga selalu membawa anak balitanya ke Posyandu untuk melakukan berbagai pemeriksaan perkembangan balita diantaranya tinggi badan,berat badan serta pemberian makanan tambahan pendamping ASI,” terang Yeni Nunita saat ditemui Cendana News di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (17/11/2017)

Yeni menyebut beberapa makanan tambahan ASI yang diberikan kepada balita di Posyandu Dahlia 1 kerap diolah oleh para kader Posyandu di antaranya pemberian roti pendamping ASI, bubur kacang hijau dan bubur buah. Ia juga menyebut kader Posyandu juga kerap menganjurkan agar secara rutin memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada para balita.

Beberapa menu PMT di Posyandu biasanya sesuai arahan dari desa berupa makanan alamiah berupa buah,susu kedelai,susu jagung dan bubur kacang hijau serta kreativitas dari para orangtua dalam memberikan makanan tambahan.

Konsultasi dengan bidan desa serta rutin melakukan kegiatan sosialisasi Posyandu tersebut diakuinya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan perkembangan anak anaknya sehingga bisa dapat tumbuh dengan sehat dan normal.

Ani Kurnia, selaku bidan desa yang mendampingi kegiatan Posyandu di Desa Pasuruan menyebutkan saat ini prioritas pada anak balita 0 bulan sampai 5 tahun di Desa Pasuruan dilakukan dengan memantau perkembangan kesehatan balita melalui perkembangan buku Kartu Menuju Sehat (KMS) yang sekaligus menjadi catatan dari perkembangan kesehatan balita.

“Sebagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada kaum ibu yang memiliki balita maka kami maksimalkan tugas kader posyandu khususnya di Posyandu Dahlia ini ada sebanyak lima kader Posyandu,” ungkap Ani Kurnia.

Dalam pemberian imunisasi terkadang pelaksanaan Posyandu digabung di balai desa setiap akhir bulan terutama dalam pemberian imunisasi campak dan BCG yang kerap diberikan dalam jumlah banyak terutama minimal diberikan pada 20 orang sementara imunisasi lain Pentabio 1,2,3 dan imunisasi polio 1-4 dan IPV (Polio yang disuntikkan).

Ani Kurnia yang sekaligus bidan Desa Klaten dan sementara diperbantukan di Desa Pasuruan mengaku saat ini sesuai perkembangan tekhnologi komunikasi dengan para ibu rumah tangga pemilik Balita dengan menggunakan telepon genggam melalui fasilitas SMS. Berkat teknologi ini jadwal pelaksanaan posyandu bisa berjalan dengan baik meski sebelumnya pengumuman kerap dilakukan dari speaker masjid.

Bidan Ani Kurnia melakukan pengecekan KMS milik balita Posyandu Dahlia 1 /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...