Pokdakan Tirta Rajabasa Utama Tebar Ribuan Bibit Ikan Air Tawar
LAMPUNG — Musim penghujan yang mulai melanda wilayah Lampung Selatan menjadi berkah tersendiri bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang ada di Desa Padan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Kelompok ini melakukan penebaran benih ikan pada kolam milik kelompok di desa tersebut.
Hariri (60) selaku ketua Pokdakan Tirta Rajabasa Utama (TRU) mengungkapkan kelompok pembudidaya ikan yang sudah terbentuk selama lima tahun tersebut sebagian adalah warga pemilik kolam ikan di rumah masing masing.
Para pemilik kolam ikan yang akhirnya membentuk pokdakan TRU diakuinya untuk mengembangkan,memanfaatkan potensi desa terutama pasokan air yang melimpah dari Gunung Rajabasa dalam upaya mengembangkan usaha sektor perikanan untuk peningkatan kesejahteraan anggota mulai berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penyediaan benih atau bibit ikan.
“Sebetulnya saat belum terbentuk kelompok sebagian besar warga sudah memiliki kolam bahkan sebagian sudah produktif memasok ikan air tawar ke pasar lokal sebagian ke luar daerah dengan potensi air bersih yang mudah diperoleh warga dari Gunung Rajabasa,” terang Hariri saat ditemui Cendana News bersama anggota kelompoknya tengah menebar puluhan ribu ekor benih ikan patin di kolam kelompok, Kamis (16/11/2017)
Pemberian nama Pokdakan diakuinya sesuai dengan kesepakatan anggota kelompok yang aktif berjumlah sebanyak 18 orang dengan penamaan Tirta Rajabasa Utama. Asal usulnya masyarakat termasuk anggota kelompok sangat tergantung dari pemanfaatan air gunung Rajabasa untuk air bersih dan budidaya ikan air tawar.
Pasokan air bersih yang berlimpah bahkan membuat pola budidaya ikan air tawar di desa Padan tersebut tak pernah terkendala oleh ketersediaan air bahkan saat kemarau.
Pada musim tebar pertengahan November Pokdakan TRU mendapat alokasi bantuan bibit bagi anggota kelompok dengan total sebanyak 10.000 benih dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang mendukung pengembangan sektor budidaya ikan air tawar terutama dengan datangnya musim hujan yang berpengaruh pada pasokan air pada kolam.
Proses penebaran benih yang dilakukan oleh anggota kelompok diakuinya selanjutnya akan dilakukan proses pemeliharaan secara bersama.
Pada kolam seluas 250 meter persegi yang menjadi kolam komunal terbuat dari tanah berdinding semen. Kolam ini sangat potensial karena aliran air cukup lancar dan datangnya musim hujan ikut membantu bertambahnya pasokan air meski proses penanganan pemeliharaan dilakukan secara bersama dari mulai pemberian pakan hingga pengecekan kolam setiap hari.
Pemberian pakan dan pencegahan terhadap penyakit diakui oleh Hariri juga akan selalu dikoordinasikan dengan penyuluh perikanan agar hasil yang diperoleh bisa maksimal terutama dengan tebaran bibit sekitar 10.000 ekor dalam proses budidaya.
Dia memastikan hingga lima bulan ke depan target panen secara parsial jumlahnya akan mengalami pengurangan akibat berbagai faktor.
“Selain sarana untuk belajar anggota kelompok dengan pembudidayaan ikan patin ini menjadi modal bagi Pokdakan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar khususnya patin dengan target setengah ton atau bisa lebih hasilnya,” terang Hariri.
Harga ikan patin per kilogram di level pembudidaya saat ini disebutnya mencapai Rp17.000 diharapkan hasilnya bisa dipergunakan untuk perkembangan kelompok termasuk pembelian pakan dan biaya perawatan sebab pembudidayaan ikan yang sudah dilakukan oleh kelompok telah berhasil dengan memiliki uang khas kelompok dari budidaya ikan sebelumnya jenis lele.
Ihsan, salah satu anggota kelompok Pokdakan TRU mengaku selain budidaya secara kelompok sebagian masyarakat di Desa Padan memanfaatkan saluran air selang untuk budidaya ikan air tawar jenis lele,ikan mas dan mujahir dengan kolam semen dan kolam terpal.
Hasil yang menjanjikan dalam budidaya ikan termasuk keseriusan warga dalam pengelolaan air untuk budidaya ikan air tawar membuat Pokdakan TRU mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Kita berharap dengan adanya bantuan bibit ikan bisa memacu semangat anggota kelompok untuk budidaya ikan. Apalagi saat ini kebutuhan benih sudah tidak sulit diperoleh,” ujar Ihsan.
Beberapa tempat pembenihan atau pembibitan ikan patin,lele, emas diakuinya banyak terdapat di daerah kecamatan Palas dan Penengahan sehingga warga bisa mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan lebih murah dan mudah menggunakan kolam terpal atau permanen.
Kebutuhan bibit ikan air tawar tersebut bahkan dipermudah dengan semakin banyaknya pedagang benih ikan yang gencar menawarkan benih kepada pemilik lahan kolam untuk dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi dari memelihara ikan air tawar.
