Petani Jagung di Lampung Kesulitan Dapat Bibit  

LAMPUNG – Petani di wilayah pesisir Timur Lampung mengeluhkan pasokan bibit jagung yang terbatas. Para petani tersebut adalah yang berada di daerah perbukitan Desa Ruguk,Sumur dan Legundi serta beberapa desa di Kecamatan Ketapang.

Sukarman (40) pemilik lahan jagung di Dusun Harapan Desa Sumur mengaku, mengalami kesulitan dalam memperoleh bibit jagung. Bahkan meski  sudah mencari ke beberapa kios namun bibit yang dijual kualitasnya belum terbukti berbeda dengan jenis bibit jagung yang pernah ditanam sebelumnya.

Sukarman,petani penanam jagung di Desa Sumur Kecamatan Ketapang – Foto: Henk Widi

Sukarman mengaku was was sebab sebagian lahan miliknya sudah dibajak dan cuaca mulai berangsur mendukung petani jagung. Hujan yang turun dua pekan terakhir ikut membantu menggemburkan tanah. Belum adanya stok bibit bermutu seperti yang diinginkan Sukarman dan sejumlah petani lain diakuinya bahkan terjadi merata di sejumlah kios penjualan sarana pertanian.

”Kelangkaan benih jagung di sejumlah kios pertanian membuat kami para petani menunda pembelian sekaligus masa tanam padahal sejak akhir Oktober hingga awal November hujan sudah melanda dan petani mulai mempersiapkan lahan,” keluh Sukarman yang memiliki lahan tanam jagung seluas satu hektar saat ditemui Cendana News, Selasa (7/11/2017).

Sukarman bahkan mengaku hanya bisa membeli benih jagung sebanyak 20 kilogram benih jagung jenis Pioneer. Sementara kebutuhan bibit mencapai 25 kilogram atau sebanyak lima kampil. Kondisi tersebut membuatnya memilih untuk menanami sisanya lahannya dengan jenis bibit jagung merk lain.

Jumlah bibit tersebut diakuinya masih belum cukup karena dirinya menyebut kebutuhan satu hektar lahan dirinya membutuhkan sebanyak lima kampil atau sebanyak 25 kilogram. Harga bibit yang diperoleh dari kios pertanian yang cukup jauh diakuinya saat ini diperoleh dengan harga Rp470.000 perkampil. Sementara sebelumnya bibit tersebut dijual dengan hanya seharga Rp360.000 perkampil.

Petani lain, Hamdan (35) menyebut, biasa menanam benih jagung dengan merk NK 7328. Namun bibit tersebut saat ini belum ada di pasaran, dan untuk sementara benih jagung yang ada dengan merk lain yang belum pernah ditanam.

Sebagian lahan pertanian jagung yang belum ditanami akibat keterlambatan benih di kios pertanian – Foto: Henk Widi

Hamdan mengaku akhirnya membeli jagung dengan merk Pioneer karena hanya stok bibit jagung tersebut yang tersedia. Sementara berbagai lain belum tersedia di kios pertanian. Belum tersedianya benih jagung untuk merk merk yang kerap ditanam petani diantaranya NK 22, P27 Gajah Ekstra, NK 7328 Summo.

Berdasarkan penuturan pedagang di kios pertanian karena belum ada kiriman dari distributor meski sebagai pengecer dirinya sudah meminta untuk dikirim. Beberapa bibit yang disediakan di beberapa kios diantaranya merk DK 999, LG 501 yang saat ini perkilogramnya dijual dengan harga Rp355.000 dan Rp350.000. Namun hanya sebagian petani yang memilih merk tersebut dengan alasan sudah terlanjur menyiapkan lahan yang sudah dibajak.

Salah satu pemilik kios pertanian di pasar tradisional Pasuruan Nurdin, saat dihubungi Cendana News menyebut membenarkan stok benih jagung sejak awal Oktober bahkan sama sekali tidak dimilikinya alias kosong karena belum adanya kiriman dari distributor. Sementara pihak distributor belum ada kiriman dari perusahaan produsen benih.

Rantai distribusi tersebut berimbas stok kosong meski Nurdin biasanya menyiapkan sebanyak 1 ton benih dengan berbagai merk dan kerap habis saat masa tanam jagung berlangsung. Kios tani yang dimiliki oleh Nurdin saat ini diakuinya kerap menjual benih jagung dengan beragam merk diantaranya Pasific, NK 7328, DK 999, Pioneer,Bisi dengan harga bervariasi perkilogramnya.

Lihat juga...