GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau petani mempersiapkan lahan untuk ditanami menunggu curah hujan tinggi dan merata di seluruh wilayah itu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertaniangan dan Pangan Gunung Kidul, Raharjo Yuwono, mengatakan sampai awal November, hujan masih belum merata dan intensitasnya masih rendah.
Dari informasi yang ada, kata dia, sebagian petani belum menanam padi, jagung, dan kacang. Mereka masih bersabar menunggu hujan turun dengan intensitas tinggi.
Ia mencontohkan, di Kecamatan Wonosari belum semua petani menanam karena mununggu hujan. Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, menyebutkan pada minggu pertama hingga minggu kedua di beberapa tempat sudah terjadi hujan dengan intensitas sedang.
“Memang untuk wilayah Wonosari dan Karangmojo intensitasnya masih rendah,” katanya, Minggu (5/11/2017).
Yuwono menyebutkan, beberapa wilayah, seperti Kecamatan Ngawen, Gedangsari, dan Kecamatan Ponjong sudah memasuki masa tanam. Misalnya, di Ponjong, tanaman padi sudah tumbuh cukup tinggi, karena masa tanamnya sudah sekitar 2 minggu yang lalu.
“Kondisi hujan belum merata, kami sudah mengimbau petani untuk bersabar,” katanya.
Imbauan itu dituangkan dalam surat edaran yang disebarkan ke seluruh kelompok tani. “Kami memberikan gambaran terkait dengan masa tanam sesuai dengan perkiraan cuaca dari BMKG,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnubroto, mengatakan pemerintah sudah menyiapkan pupuk bersubsidi dan benih pada musim tanam. “Semua sudah disiapkan dari pupuk hingga benih semuanya siap,” katanya. (Ant)