MEULABOH – Masyarakat dan kelompok tani di Desa Gampong Teupin Ara, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, melakukan panen raya jagung varietas seluas 50 hektare dengan hasil rata-rata 8 ton/ hektare.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Jaya, Nurdin Abdullah, di Calang, Selasa, menuturkan, lahan jagung tersebut dikelola oleh kelompok tani jagung “hase bersama” yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian petani setempat.
“Petani harus mandiri secara ekonomi, kita harapkan dapat terus mengembangkan usaha taninya secara mandiri khususnya di bidang pertanian jagung. Dengan demikian petani ke depan tidak lagi bergantung pada pemerintah,” tuturnya di Meulaboh.
Ia mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya, untuk terus serius memberikan peningkatan sumber daya manusia petani dan kelengkapan alat sistem pertanian (alsintan), termasuk infrastruktur pendukung seperti jalan menuju kebun.
Sebab, Desa Teupin Ara, Kecamatan Teunom, selama ini sudah banyak berkembang budidaya tanaman jagung, karena itu diharapkan Pemkab Aceh Jaya untuk terus memperhatikan infrastruktur pendukung untuk menjadikan wilayah itu sentra produksi jagung untuk meningkatkan perekonomian petani.
Kemudian dirinya juga optimis, petani jagung di wilayah setempat untuk ke depan akan bisa mandiri, sebab selama ini sudah terdorong berproduksi, hanya membutuhkan fasilitas pendukung, seperti jalan, jembatan dan traktor.
Nurdin, menyampaikan, dari panen raya yang dilakukan petani tersebut membuktikan bahwa lokasi setempat berprospek untuk pengembangan sektor pertanian tanaman pangan seperti jagung varietas hibrida pioner.
“Daerah itu selama ini sudah menjadi ikon atau sentra produksi jagung, karena itu kepada pemerintah kita harapkan untuk lebih fokus pada petani, terutama memperhatikan dan membantu fasilitas sarana pendukung,” jelas dia usai menghadiri panen raya itu.
Lebih lanjut disampaikan, panen raya jagung varietas hibrida pioner itu, merupakan kegiatan gelar teknologi pertanian atau program SLPTT, komoditi jagung, merupakan program Dinas Pertanian Aceh Jaya dengan sumber anggaran Otsus tahun 2017.
Benih jagung hibrida pioner dan spesifikasinya dengan umur panen sekitar 98 hari setelah tanam dan mudah tumbuh dibudidayakan di wilayah dataran rendah, beberapa kawasan di Kabupaten Aceh Jaya, merupakan lokasi yang tepat.
Berdasarkan hasil penelitian, jagung hibrida memiliki keunggulan dari segi produktivitas dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit, demikian juga tongkol jagungnya yang kecil, namun biji jagungnya lumayan besar dibandingkan varietas lain.
“Persoalan harga hari ini masih Rp3.000 per kilogram, petani juga sampaikan ke kita agar ada upaya pemerintah melakukan stabilisasi harga, jangan sampai harga tampungnya dipermainkan agen lokal,” katanya menambahkan. (Ant)