Perayaan Sekaten Bukti Kolaborasi Kerakyatan di DIY
YOGYAKARTA — Gelaran rutin tahunan terbesar yang memadukan unsur budaya religi dan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) kembali digelar di Alun-Alun Utara Yogyakarta.
Sebagaimana biasanya perayaan PMPS digelar satu bulan sebelum perayaan Maulud Nabi yang kali ini jatuh pada tahun 1439 Hijriah dalam penanggalan Islam atau 1951 Dal dalam penanggalan Jawa atau tahun 2017 Masehi.
Baca juga: Sejumlah Turis Asing Ikut Berebut Gunungan Garebeg Besar
Dibuka secara resmi Jumat (10/11/2017) sore oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Pasar Malam Perayaan Sekaten dinilai menjadi bukti atau penegas kolaborasi antara unsur budaya, religi dan ekonomi masyarakat di Yogyakarta sejak ratusan tahun tahun silam. Dimana ketiga unsur tersebut dapat menjadi perpaduan yang efektif bahkan hingga kini.

Membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Paku Alam mengatakan, pada zaman dahulu perayaan Sekaten sebenarnya hanyalah sebuah pelengkap syiar agama Islam yang dilaksanakan Keraton Yogyakarta. Namun dalam perjalanannya kolaborasi antara budaya Jawa dan syiar agama Islam itu terus tumbuh hingga saat ini.
“Saat ini keberadaan sekaten semakin berkembang yakni, tidak hanya sebagai sarana olah budaya dan religi tapi juga sekaligus olah ekonomi bagi masyarakat. Sehingga Sekaten ini menjadi penegas bahwa budaya dan religi bisa berjalan beriringan tanpa mengkotakkan satu sama lain. Semoga Sekaten dapat terus berjalan dan semakin besar serta tidak kehilangan perhatian masyarakat,” katanya.
Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, penyelenggaraan PMPS tahun 2017 ini akan digelar selama 20 hari hingga 30 November 2017 mendatang.
Seperti sebelumnya, PMPS menampilkan sejumlah stand baik itu dari pemerintah maupun swasta. Dari total sebanyak 486 stand, 466 di antaranya sudah terisi.
“Seperti tahun lalu, PMPS kali ini kita targetkan mampu menghasilkan (pendapatan asli daerah) hingga Rp 1 miliar. Hingga saat ini sudah masuk Rp900 juta sehingga Insha Allah target akan terlampaui. Semoga ini bisa menjadi lokomotif penggerak ekonomi Kota Yogyakarta dan sekitarnya,” ungkapnya.

Selain menampilkan berbagai potensi unggulan dalam pameran produk UMKM dari 14 wilayah kecamatan kota Yogyakarta, PMPS juga juga memamerkan produk atau kegiatan dari berbagai instansi pemerintah se DIY.
Baca juga: Awali Pembuatan Gunungan, Putri Sultan Pimpin Prosesi Tumplak Wajik
Tak hanya itu, PMPS kali ini juga menyuguhkan potensi budaya berupa pentas kesenian dari berbagai sekolah maupun kelompok masyarakat di kota Yogyakarta dan DIY, melalui panggung kesenian yang sudah disiapkan.